Fornas VIII Jadi Bekal NTB Menuju Tuan Rumah Event Internasional

Mataram (NTBSatu) – Pelaksanaan Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VIII NTB 2025 memasuki hari terakhir. Penutupannya pada Jumat malam, 1 Agustus 2025 di Eks Bandara Selaparang, Kota Mataram.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal menilai, Fornas VIII NTB merupakan yang terbaik sepanjang pelaksanaannya.
“Fornas VIII NTB paling niat, jika dibandingkan penyelenggaraan sebelum-sebelumnya,” kata Iqbal saat konferensi pers di Aula Kantor Pusat Bank NTB Syariah, Kamis malam, 31 Juli 2025.
Iqbal mengatakan, pengalaman ini adalah modal berharga. Kesuksesan penyelenggaraan event dua tahunan ini bukan sekadar tentang meriahnya acara atau besarnya perputaran ekonomi.
Lebih dari itu, Fornas VIII telah menjadi sebuah proses pembelajaran luar biasa dan panggung bagi para pelaku event lokal untuk naik kelas, meningkatkan rasa percaya diri, dan membuktikan kesiapan NTB menuju perhelatan yang lebih besar.
“Harapan kita buat banyak pelaku event lokal, ini adalah cara mereka naik kelas dan meningkatkan rasa percaya diri. Setidaknya kita pernah menyelenggarakan multi-event kelas nasional,” ujarnya.
Fornas VIII NTB berlangsung di lima kabupaten/kota ditambah Sumbawa dan Bima, menunjukkan kemampuan NTB dalam mengelola acara yang terdesentralisasi.
Kolaborasi Seluruh Pihak Sukseskan Fornas
Sementara Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri menekankan, sinergi kuat antara pemerintah, panitia, dan seluruh pihak adalah kunci utama keberhasilan.
“Sehebat apapun panitia pelaksana, tanpa ada dukungan sinergi dari seluruh pihak tidak akan bisa terwujud,” katanya.
Ia juga mengapresiasi peran media, baik lokal maupun nasional, yang telah membantu mempublikasikan dan menunjukkan kesiapan NTB di mata publik. Puncak dari pengakuan atas kualitas sumber daya manusia lokal terlihat dari berita membanggakan yang Gubernur sampaikan.
“Kebanggaan kami juga adalah penari kolosal di pembukaan diundang ke Istana Presiden pada saat peringatan HUT RI nanti,” ungkapnya.
Ini menjadi bukti konkret bahwa karya anak-anak NTB memiliki kualitas yang diakui secara nasional.
Meskipun sukses, Pj. Sekda NTB, H. Lalu Moh. Faozal menegaskan, tidak ada yang sempurna dalam pelaksanaan event ini.
“Tapi beberapa catatan ini bisa menjadi bahan evaluasi agar kegiatan lain di depan bisa lebih baik,” janjinya.
Fornas VIII NTB, kata Faozal, merupakan kerja keras dengan waktu yang sempit. Namun berkat dukungan dari semua pihak, acara ini mampu menjadi fondasi yang kokoh.
Pengalaman ini tidak hanya meningkatkan kapasitas NTB sebagai tuan rumah event berskala nasional, tetapi juga membekali para pelaku event lokal dengan pengalaman tak ternilai yang akan sangat berguna di masa mendatang.
“Event semacam ini juga membuka jalan bagi NTB untuk menjadi tuan rumah event berskala internasional,” pungkasnya. (*)