Belum Terima Dana Pusat, Operasional Koperasi Merah Putih Desa Kekeri Gunakan Modal dari Anggota

Mataram (NTBSatu) – Koperasi Merah Putih di Desa Kekeri, Lombok Barat, NTB, menunjukkan perkembangan signifikan sejak diresmikan pada Senin, 21 Juli 2025.
Pengawas Koperasi Merah Putih Desa Kekeri, Sulthan, S.Pd.I., mengatakan, koperasi telah menjual 200 tabung gas elpiji dalam tiga hari. Kemudian, beras sebanyak satu ton terjual dalam empat hari berkat kerja sama dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Bermitra dengan BUMN seperti BRI, Mandiri, Bulog, Pertamina, Kimia Farma, Kreditvo, dan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) mendukung operasional koperasi,” ungkap Sulthan kepada NTBSatu, Jumat, 25 Juli 2025.
Selain itu, koperasi juga menggandeng pengepul beras dan petani lokal. Serta, memberdayakan UMKM seperti usaha mabel warga Kekeri untuk membantu menjualkan produk.
Namun, operasional dari koperasi ini sendiri masih menggunakan modal dari anggota. Belum mendapat pendanaan dari Pemerintah Pusat melalui pinjaman Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) sebesar Rp3 miliar.
“Kita tidak bisa hanya menunggu. Koperasi harus tetap berjalan walau diawal kita modal sendiri. Nanti kalau dana turun, tinggal memperkuat usaha yang sudah berjalan. Yang penting kerja sama dengan mitra jelas,” tambah Kepala Desa Kekeri ini.
Sulthan juga menyampaikan, harga produk di Koperasi Desa Merah Putih Kekeri lebih terjaung dengan kuliatan yang lebih baik.
“Harganya lebih murah tetapi kualitasnya sama dengan harga yang lebih mahal, contohnya beras,” ujarnya.
Salah satu warga Kekeri, Jumrah mengaku sangat terbantu dengan hadirnya Koperasi Merah Putih di desanya. Terlebih, harga produknya sangat terjangkau.
“Sekarang cari gas tidak susah lagi dan harga beras dari koperasi juga lebih murah tapi nasinya pulen,” ujarnya.
Sementara itu, Muktamirah yang juga warga Kekeri memberikan catatan terkait layanan apotek di Koperasi Merah Putih. Sebab, layanan tersebut masih terkendala jadwal apoteker yang belum konsisten.
Menyikapi catatan tersebut, Kepala Desa Kekeri, Sulthan akan melakukan evaluasi terhadap operasional layanan apotek.
“Itu mungkin human error, tetapi tetap akan kita evaluasi,” tandasnya. (*)