Polemik Inorga Perlihatkan Tubuh Seksi, Panitia Fornas VIII NTB Minta Maaf

Ketua KORMI NTB itu juga menyampaikan permohonan maaf perihal munculnya kegaduhan tersebut. Ia mengaku, kewenangan sepenuhnya terkait detail pelaksanaan lomba untuk masing-masing Inorga menjadi ranah dari Korminas.
“Kami sudah melayangkan komplain. Sekali lagi kami memohon maaf, hal ini luput dari pantauan kami,” ujar Farin.
Penentuan Lomba Kewenangan Pusat
Pihaknya menggarisbawahi, kewenangan penentuan jenis lomba dan mata lomba merupakan ranah dari Inorga pusat. Inorga pusat mengusulkan daftar tersebut dalam bentuk techinical handbook kepada Korminas. Kemudian meneruskan technical handbook tersebut kepada Panlak.
Namun, Farin mengaku, dalam menganalisi technical handbook tersebut, pihak Panlak fokus pada penyiapan dari teknis lomba, bukan substansi. Pihak Inorga maupun Korminas seharusnya memberikan catatan perihal mata lomba yang ada.
“Pada titik ini, mengenai hal yang terjadi, kami tidak mendapatkan gambaran yang utuh,” ujarnya.
“Kami di Panlak tidak memperoleh noticed yang utuh terkait mata lomba tersebut. Seharusnya mereka bisa sampaikan di awal, sehingga Panlak bisa membuat langkah tindak lanjut untuk melakukan suvervisi,” sambungnya.
Lebih jauh, pihaknya mengaku, pelaksanaan Fornas sampai dengan hari ketiga ini berjalan lancar. Dampak dari event nasional tersebut sangat masyarakat NTB rasakan.
“Terutama pelaku usaha akomodasi (perhotelan) dan pelaku UMKM di hampir seluruh venue tempat pelaksanaan lomba,” pungkasnya. (*)