Pemerintahan

Menteri PPPA Kunjungi Lapas Perempuan Mataram, Dorong Kemandirian Ekonomi Warga Binaan

Mataram (NTBSatu) – Lapas Perempuan Kelas III Mataram menjadi salah satu pilot project nasional dalam upaya pemberdayaan perempuan binaan, hasil kolaborasi antara Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) RI dengan XL SMART dan komunitas Sisternet.

Lewat pendampingan intensif, para warga binaan terlibat dalam berbagai aktivitas produktif. Tujuannya menumbuhkan keterampilan, semangat mandiri, dan kepercayaan diri untuk memulai kembali kehidupan di luar lapas.

Sebanyak 245 warga binaan dan 5 anak balita ikut ambil bagian dalam berbagai pelatihan berbasis praktik. Di antaranya membuat kue marble, melukis scarf, hingga mengelola keuangan rumah tangga dan menyusun rencana usaha skala kecil. Hasilnya bukan hanya produk, tetapi juga rasa percaya diri dan harapan baru.

Menteri PPPA RI, Arifah Fauzi yang hadir langsung di Lapas Mataram, mengapresiasi pendekatan yang membumi dan menyentuh langsung kehidupan warga binaan.

“Apa yang saya lihat di sini bukan sekadar kegiatan pembinaan. Ini adalah bukti bahwa perempuan yang sedang menjalani masa hukuman tetap punya potensi besar. Mereka tidak butuh dikasihani, mereka butuh diberi kesempatan,” ujarnya, Jumat, 25 Juli 2025.

IKLAN

Perubahan Nyata di Lapas

Director & Chief People Officer XL SMART, Jeremiah Ratadhi menambahkan, kerja nyata warga binaan di Mataram memperlihatkan esensi pemberdayaan sesungguhnya.

“Kami melihat scarf lukis mereka punya potensi pasar, bahkan sudah ada yang ingin memesannya untuk kegiatan sosial. Ini bukan soal pelatihan formal, tapi proses membangun kepercayaan diri lewat karya,” katanya.

Kepala Lapas Perempuan Mataram, Udur Martionna juga menegaskan perubahan nyata yang terjadi di dalam lapas.

“Dulu banyak yang ragu atau menarik diri, sekarang mereka mulai punya mimpi baru. Ada yang ingin jualan kue setelah bebas, ada yang ingin buka kelas kerajinan untuk ibu-ibu di kampung. Kami melihat itu tumbuh dengan nyata,” ungkapnya.

Inisiatif ini mengusung pendekatan yang fokus pada penguatan keterampilan praktis, penciptaan produk bernilai ekonomi, dan dukungan psikososial berkelanjutan.

IKLAN

Sebagai pilot project, Lapas Mataram menunjukkan sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas. Sehingga menciptakan dampak yang tidak hanya menginspirasi, tetapi juga mengubah hidup. (*)

Berita Terkait

Back to top button