Kota Mataram

Peringatan HAN 2025, Wali Kota Mataram Akui Persoalan Prostitusi Anak Jadi PR Serius

Mataram (NTBSatu) – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2025 menjadi momentum refleksi penting bagi Pemerintah Kota Mataram. Di tengah komitmen mewujudkan Kota Layak Anak (KLA), persoalan serius masih mencuat yakni praktik prostitusi anak yang masih ditemukan di wilayah kota.

Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana mengakui Kota Mataram belum sepenuhnya memenuhi seluruh indikator Kota Layak Anak. Ia menyebut tantangan utama saat ini adalah persoalan eksploitasi anak, termasuk praktik prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur.

“Ini menjadi catatan penting sekaligus koreksi bagi kami. Kasus prostitusi anak tentu sangat bertentangan dengan semangat mewujudkan kota yang benar-benar ramah dan aman bagi anak-anak,” ujar Mohan usai menghadiri Rapat Paripurna di DPRD Kota Mataram, Rabu, 23 Juli 2025.

Salah satu kasus “kakak jual adik”, menjadi pengingat pahit perlindungan anak di Kota Mataram masih menghadapi tantangan besar. Terutama, dalam hal pencegahan dan pengawasan di tingkat komunitas.

Mohan menjelaskan, pihaknya telah menargetkan capaian KLA kategori Nindya pada 2025. Hal itu sebagaimana dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002. Serta, Perda Kota Mataram Nomor 8 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Kota Layak Anak.

IKLAN
1 2Laman berikutnya

Berita Terkait

Back to top button