Daerah NTB

Tahukah Kamu? Penduduk Miskin di NTB Hanya Habiskan Rp17 Ribu Sehari

Mataram (NTBSatu) – Jumlah penduduk miskin di Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan penurunan cukup signifikan di akhir tahun 2024.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada Desember 2024, jumlah penduduk miskin di provinsi ini mencapai 658,6 ribu jiwa. Mengalami penurunan sekitar 50,4 ribu jiwa dibanding Maret 2024.

Jika perbandingannya dengan Maret 2023, angka ini bahkan lebih rendah lagi. Saat itu, jumlah penduduk miskin tercatat 751,23 ribu jiwa. Artinya selama kurang dari dua tahun, NTB berhasil mengurangi lebih dari 92 ribu orang dari kategori miskin.

Persentase Kemiskinan Juga Turun

Penurunan ini berbanding lurus dengan persentase penduduk miskin. Pada Desember 2024, angka kemiskinan di NTB tercatat 11,91 persen, turun 1 persen dari Maret 2024, dan 1,94 persen dari Maret 2023.

Meski menurun, angka ini masih cukup tinggi dibandingkan rata-rata nasional, sehingga perlu perhatian serius dari pemerintah daerah.

IKLAN

Berdasarkan lokasi tempat tinggal, penurunan juga terjadi baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan.

Di perkotaan turun sebesar 29,8 ribu jiwa, menjadi 338,74 ribu jiwa. Sementara di perdesaan, tercatat 319,86 ribu jiwa.

Meski secara jumlah lebih banyak yang miskin di kota, perlu juga mencermati, biaya hidup di perkotaan jauh lebih tinggi daripada di desa.

Garis Minimum Hidup Layak: Berapa Pengeluaran per Hari?

BPS juga menetapkan garis kemiskinan sebagai ambang batas kebutuhan dasar minimum. Pada 2024, garis kemiskinan di NTB adalah Rp534.700 per kapita per bulan.

Artinya, penduduk yang pengeluarannya di bawah Rp17.823 per hari (Rp534.700 ÷ 30 hari) termasuk kategori miskin.

IKLAN

Rinciannya adalah, Rp409.170 untuk makanan sekitar Rp13.639 per hari. Dan Rp131.170 untuk keperluan non-makanan, sekitar Rp4.372 per hari

Mereka memiliki pengeluaran total tak sampai Rp18 ribu per hari, penduduk miskin di NTB harus mencukupi kebutuhan makan, transportasi, pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya.

Jika dirinci berdasarkan wilayah perdesaan Rp485.680 per bulan atau sekitar Rp16.189 per hari. Dan perkotaan Rp511.460 per bulan, sekitar Rp17.048 per hari.

Nominal tersebut memperlihatkan betapa ketatnya hidup di bawah garis kemiskinan. Untuk makan sehari pun, rata-rata pengeluaran hanya sekitar Rp13 ribuan. (*)

Berita Terkait

Back to top button