Daerah NTB

Angka Perceraian di NTB Naik Lagi, Ini Data Tiga Tahun Terakhir

Mataram (NTBSatu) – Setelah sempat menurun, angka perceraian di Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali naik.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, 207 kasus perceraian terjadi sepanjang 2024. Jumlah ini menandai kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya menjadi sinyal bahwa dinamika rumah tangga di NTB masih menghadapi tantangan serius.

Fluktuasi ini bukan hal baru. Dalam tiga tahun terakhir, tren perceraian di NTB seperti roller coaster. Tahun 2021, perceraian melonjak drastis hingga 55,53 persen. Namun setahun berselang, angka itu justru anjlok, dan pada 2023 tercatat sebagai penurunan terdalam, mencapai -65,45 persen.

Meski dalam lima tahun terakhir tren umumnya menurun (-12,26 persen), kenaikan terbaru ini patut menjadi perhatian.

Secara nasional, Indonesia mencatat lebih dari 100 ribu kasus perceraian pada 2024. Tiga tertinggi yakni, Jawa Barat 33.260 kasus, Jawa Timur 32.850 kasus dan Jawa Tengah 21.830 kasus.

IKLAN

Sementara NTB berada di peringkat ke-20, bersanding dengan beberapa provinsi besar lain.

Adapun hal-hal yang menyebabkan kondisi ini, mulai dari tekanan ekonomi, pernikahan dini, hingga minimnya akses layanan konseling pernikahan.

Di balik setiap kasus perceraian, ada keluarga yang terpisah, anak-anak yang terdampak, dan masyarakat yang perlu memperkuat kembali nilai-nilai sosialnya.

Peningkatan ini menjadi pengingat agar kerja-kerja pencegahan harus terus dilakukan. Dari edukasi pranikah, layanan mediasi, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga, semua harus berjalan beriringan. (*)

IKLAN

Berita Terkait

Back to top button