Ekonomi Bisnis

Pertama Kali Tanpa Perwakilan, Inilah Dua Putra NTB yang Pernah Jadi Komisaris ITDC

Mataram (NTBSatu) – PT InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) resmi menetapkan lima nama baru sebagai komisaris.

Badan usaha milik negara yang fokus mengelola kawasan pariwisata ini mengumumkan keputusan tersebut dalam sebuah seremoni di Gedung Sarinah, Thamrin, Jakarta, pada Senin, 30 Juni 2025.

Lima sosok yang dipercaya mengisi posisi Komisaris ITDC tahun ini adalah Irna Narulita, Asnaedi, Ari Sihasale, Faldo Maldini, dan Ekos Albar.

Namun, tidak satu pun di antara mereka berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB), meskipun ITDC sedang aktif mengembangkan kawasan pariwisata The Mandalika yang berlokasi di NTB, selain The Nusa Dua di Bali.

Padahal, sejak ITDC mulai menancapkan eksistensinya di Mandalika pada 2015, NTB selalu menempatkan perwakilannya di jajaran komisaris. Ketidakhadiran putra daerah dalam susunan komisaris tahun ini menimbulkan tanda tanya di kalangan publik NTB.

IKLAN

Rekam Jejak Dua Tokoh NTB Pernah Jadi Komisaris ITDC

1. Lalu Gita Ariadi

Lalu Gita Ariadi menjadi perwakilan pertama dari NTB yang duduk di kursi Komisaris ITDC pada periode 2015 hingga 2020. Tokoh birokrat kelahiran Puyung, Lombok Tengah ini memiliki rekam jejak yang panjang dalam dunia pemerintahan.

Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Daerah Provinsi NTB sejak 2019, lalu menjadi Penjabat Gubernur NTB pada 19 September 2023. Ia mengundurkan diri dari jabatan tersebut pada 24 Juni 2024 dan kembali menjadi Sekretaris Daerah Provinsi NTB hingga pensiun akhir Juni 2025.

Dalam dunia pendidikan, Gita merupakan lulusan Universitas Brawijaya (S1) dan Universitas Gadjah Mada (S2). Kariernya mulai dari posisi kecil di Kabupaten Sumbawa, hingga akhirnya menempati berbagai jabatan penting di tingkat provinsi.

2. H. Irzani

IKLAN

Setelah masa jabatan Lalu Gita berakhir, H. Irzani menggantikannya menjadi posisi Komisaris ITDC. Ia mulai menjabat pada tahun 2020 dan menyelesaikan masa tugasnya pada Februari 2025.

Irzani lahir di Suralaga, Lombok Timur, pada 18 Juli 1976. Ia merupakan tokoh Ormas Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI), pernah menjabat sebagai Ketua Wilayah NWDI NTB 2017–2022. Selain itu, ia juga aktif dalam organisasi keagamaan, seperti MUI dan FKUB NTB.

Pendidikan tingginya ia tempuh di Universitas Hamzanwadi untuk jenjang S1 dan Universitas Gadjah Mada untuk jenjang magister.

Keterlibatannya di berbagai forum keagamaan dan sosial menjadikan Irzani sosok yang mewakili keberagaman perspektif dalam pengambilan kebijakan pariwisata. (*)

Berita Terkait

Back to top button