BERITA NASIONALLingkungan

3.194 Infrastruktur Indonesia Terancam Longsor

Mataram (NTBSatu) – Laporan terbaru dari Kementerian Pekerjaan Umum, 3.194 infrastruktur di berbagai wilayah Indonesia teridentifikasi berada dalam zona rawan gerakan tanah tinggi atau longsor pada Juni 2025.

Infrastruktur-infrastruktur tersebut tersebar dalam 12 kategori utama yang mencakup berbagai fasilitas vital.

Jembatan menjadi jenis infrastruktur yang paling banyak berisiko terdampak, yakni sebanyak 2.199 unit. Selain itu, terdapat 443 ruas jalan nasional yang juga masuk dalam kategori berpotensi terkena longsor.

Potensi ini tidak hanya mengancam konektivitas antarwilayah, namun juga keselamatan pengguna jalan dan keberlangsungan aktivitas logistik nasional.

Embung juga tidak luput dari ancaman, dengan 164 unit diperkirakan terdampak.

IKLAN

Infrastruktur Indonesia lain adalah instalasi pengolahan air pada sistem penyediaan air minum (IPA SPAM) sebanyak 107 unit turut tercatat dalam daftar infrastruktur yang berpotensi terkena dampak longsor.

Jenis infrastruktur lainnya meliputi 89 unit pengendali sedimen, 66 bendung, dan 43 daerah irigasi yang masuk dalam daftar infrastruktur rawan. Di sektor pengelolaan sampah dan sanitasi, terdapat 20 unit tempat pembuangan akhir (TPA). 12 instalasi pengolahan lumpur tinja (IPLT) dan beberapa unit instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang juga berada dalam zona rawan.

Selain itu, terdapat 17 pengaman pantai dan 14 jalan tol yang saat ini beroperasi turut berisiko terdampak. Bahkan, sejumlah bendungan operasional, bendungan konstruksi, serta situ dan IPAL masing-masing tercatat kurang dari 10 unit yang berada di wilayah berpotensi longsor. (*)

Berita Terkait

Back to top button