Lombok Timur (NTBSatu) – Atap SDN 1 Batubeduk, Desa Batujai, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah nyaris roboh. Pada 26 Februari 2025, plafon sekolah ambruk dan menimpa lantai.
Puing-puing berserakan di seluruh area kelas. Kayu penyangga patah, pecahan eternit berhamburan, dan sebagian besar atap berlubang. Dinding sekolah terlihat retak, kusen lapuk dan cat mengelupas.
Bangunan sekolah ini berdiri sejak 1963. Pemerintah tidak pernah melakukan renovasi besar.
Sekolah terus mengalami kerusakan sejak dipindahkan dari lokasi awal di area Puskesmas Batujai.
Sementara itu, siswa tetap belajar di ruangan dengan atap bolong dan plafon menggantung rapuh. Mereka harus menghindari bagian yang rawan runtuh.
Warga Desa Batujai menuntut pemerintah segera memperbaiki sekolah ini. Alumni SDN 1 Batubeduk juga mendesak Bupati Lalu Pathul Bahri dan Wakil Bupati Dr. HM. Nursiah untuk turun tangan.
“Kami tidak ingin (dan tentu semua orang tidak ingin) menunggu roboh, menunggu korban dan menunggu viral baru mau bertindak,” ujar akun Facebook Mastur Ahda Danis.
Ia pun menyebut, dulunya sekolah tersebut dibangun dengan swadaya masyarakat berupa lahan dan bahan bangunan tanpa ada bantuan dari pemerintah.
“Harapan kami kepada Pemda Lombok Tengah, khususnya Dinas Pendidikan Lombok Tengah, untuk segera merenovasi SDN 1 Batubeduk,” lanjutnya.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Tengah, Idham Halid, belum juga memberi konfirmasi saat NTBSatu menghubunginya via WhatsApp pada Jumat, 7 Maret 2025. (*)