Mataram (NTBSatu) – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) berpotensi menunda penyeberangan dari Pelabuhan Kayangan ke Pelabuhan Poto Tano (Kayangan-Poto Tano). Kondisi ini membuat otoritas pelabuhan bersiaga penuh untuk memastikan keselamatan penumpang.
Manajer ASDP Pelabuhan Kayangan, Heru Wahyono menegaskan, keputusan penundaan bergantung pada kondisi cuaca.
“Ini bergantung pada cuaca, jadi sewaktu-waktu bisa ditunda demi keselamatan penumpang,” kata Manajer ASDP Pelabuhan Kayangan, Heru Wahyono, Minggu, 9 Februari.
Heru menjelaskan, kebijakan penundaan pelayaran bukan wewenang ASDP, melainkan otoritas Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) yang menilai kondisi berdasarkan prakiraan BMKG.
“Pengambilan keputusan penundaan berdasarkan prakiraan BMKG, kalau kita hanya menaati saja,” tambahnya.
Sebelumnya, penyeberangan dari Pelabuhan Kayangan menuju Poto Tano sempat tertunda pada Sabtu, 8 Februari 2025 akibat cuaca buruk. Kecepatan angin yang cukup tinggi di sekitar pelabuhan memicu keputusan ini.
Heru mengonfirmasi, angin kencang menjadi faktor utama penundaan. Di mana kondisi cuaca di sekitar pelabuhan cukup ekstrem berupa angin kencang.
Meski demikian, Heru menyampaikan per hari ini aktivitas penyeberangan mulai kembali normal.
Ia mengimbau, masyarakat yang hendak menyeberang untuk terus memantau informasi resmi terkait kondisi cuaca. Juga terus memantau jadwal pelayaran guna menghindari kendala selama perjalanan. (*)