Bagi-bagi Jatah Izin Tambang, PW Muhammadiyah NTB Belum Bersikap
Mataram (NTBSatu) – Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) NTB, Dr. H. Falahuddin, M.Ag., turut berkomentar mengenai izin pengelolaan tambang yang diberikan kepada Muhammadiyah oleh pemerintah.
Pemberian izin pengelolaan tersebut ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2024 tentang Perubahan atas PP Nomor 96 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu Bara.
Aturan yang mengizinkan organisasi masyarakat (ormas) keagamaan, termasuk Muhammadiyah untuk mengelola tambang tertuang di pasal 83A PP 25/2024. Sehingga, ormas keagamaan kini bisa memiliki Wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (WIUPK).
“Dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat, WIUPK dapat dilakukan penawaran secara prioritas kepada badan usaha yang dimiliki oleh organisasi kemasyarakatan keagamaan,” bunyi pasal 83A ayat 1.
Falahuddin mengatakan, mengenal hal tersebut masih terus menjadi bahasan di tingkat Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.
“Dari penjelasan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, masih akan mengkaji dulu dari berbagai aspek dan sudut pandang secara komprehensif. Sehingga sampai saat ini, belum ada keputusan apakah akan menolak atau menerima pemberian tersebut,” ungkapnya kepada NTBSatu, Selasa, 11 Juni 2024.
Berita Terkini:
- Di Tengah Kendala Biaya, Gubernur Iqbal Fasilitasi Rujukan Pasien Kritis ke RSUD NTB
- Terdakwa Kasus Gratifikasi DPRD NTB Singgung Penerima Uang di Depan Hakim
- Menuju Pusat Rujukan Timur NTB, Menkes Budi dan Gubernur Iqbal Tinjau Pengembangan RSUD Kota Bima
- Sidang Perdana Kasus Gratifikasi DPRD NTB, Jaksa Ungkap Modus Ubah Program Jadi Uang Tunai
- Kantongi 24 Saksi Dugaan Pungli TKGDT, Polda NTB Tetapkan IR Tersangka
Keputusan menolak atau tidaknya itu secara penuh berada di tangan PP Muhammadiyah untuk bersikap.
“Kami di Pimpinan Wilayah hanya membantu untuk melakukan kajian yang diminta dan itu juga sudah kami mulai eksekusi secara bertahap,” jelas Falahuddin.
Meskipun belum ada keputusan apakah akan menolak atau tidak, pihaknya menegaskan akan tegak lurus terhadap sikap yang diambil PP Muhammadiyah nanti.
“Kami tegak lurus ikut keputusan PP,” pungkas Falahuddin. (JEF)



