Pariwisata

Pesona Wisata Aik Berik, Masuk 50 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia Kemenparekraf RI

Mataram (NTBSatu) – Desa wisata Aik Berik, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah berhasil masuk dalam 50 Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia (RI).

Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Chandra Aprinova mengatakan, sebelumnya ada 11 Desa Wisata perwakilan NTB yang masuk dalam 500 besar Anugerah Desa wisata Indonesia (ADWI), namun hanya Desa Aik Berik yang masuk kedalam 50 besar,

“Aik Berik, satu-satunya yang masuk 50 besar ADWI, awalnya 11 yang versi 500 kemudian dipress menjadi 50,” ujarnya, Senin, 27 Mei 2024.

Pada perhelatan ADWI 2024, sebanyak 15 desa wisata yang ada di NTB ikut berpartisipasi dalam penobatan tersebut.

IKLAN

Dengan pesona dan kecantikan alam yang dimilikinya, Aik Berik menghadirkan wisata yang memukau salah satunya ialah Air Terjun Benang Kelambu dan Benang Stokel.

Masyarakat Aik Berik bekerja sama dalam menjaga keasrian alamnya serta aktif dalam memberikan data kunjungan wisata ke daerah tersebut.

“Di masa sekarang kita banyak membahas mengenai sustainable tourism (pariwisata berkelanjutan). Nah, masyarakat yang ada di Aik Berik mengusung konsep tersebut, mereka betul-betul menjaga kelestarian alamnya,” beber Chandra.

Berita Terkini:

Kegiatan pariwisata di desa tersebut juga mendorong perputaran ekonomi kreatif yang timbul dari penyediaan Camping Ground, usaha pemandu wisata, serta masyarakat yang aktif ambil bagian dalam upaya pemberdayaan UMKM setempat.

Chandra mengatakan, kini pihaknya akan fokus melakukan pendampingan pengembangan pariwisata desa Aik Berik agar mampu tembus ke dalam penjaringan selanjutnya dan masuk dalam Desa Wisata dunia.

“Kelengkapan-kelengkapan administrasi akan kita dampingi secara informal juga kita tetap berkomunikasi dengan juri,” tukasnya.

Ia melanjutkan bahwa saat ini sesuai dengan arahan Kementerian Pariwisata bahwa program pariwisata yang diusung yaitu Quality Tourism yang artinya bahwa wisatawan yang berkunjung ke NTB tidak harus banyak secara kuantitas akan tetapi mereka harus berkualitas, dalam artian menjaga kebersihan destinasi wisata dan menghargai adat budaya yang berlaku.

“Tidak harus banyak wisatawan, yang paling penting mereka berkelas dan spend a lot of money,” tandasnya. (STA)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button