Harga MinyaKita Kembali Naik, Mendag Usulkan Rp15 ribu-Rp15.500 Per Liter
Mataram (NTBSatu) – Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menyatakan bahwa harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng rakyat atau MinyaKita sudah saatnya untuk dinaikkan.
Hal ini disampaikannya mengingat pemberlakuan HET MinyaKita sebesar Rp14 ribu per liter yang telah berlangsung selama dua tahun.
“Kita memang akan bahas karena semua (harga) sudah naik, ya harus kita naikkan,” kata Zulhas, sapaan Mendag, dikutip dari Liputan 6.
Ia menjelaskan bahwa penyesuaian HET MinyaKita diperlukan karena beberapa faktor, di antaranya adalah kenaikan harga bahan baku dan biaya kemasan.
Ia mengusulkan kenaikan HET MinyaKita di kisaran Rp 15.000 hingga Rp 15.500 per liter.
“HET MinyaKita memang sudah layak naik ya kan udah dua tahun ya, Rp15.000 atau Rp15.500,” sebutnya.
Lebih lanjut, Zulhas mengatakan bahwa perubahan terkait HET MinyaKita akan dibahas dalam rapat mendatang bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Berita Terkini:
- FuturePreneur 2026, STKIP Taman Siswa Bima Cetak Generasi Muda Kreatif dan Berjiwa Wirausaha
- ODGJ di Kayangan Lombok Utara Ditemukan Meninggal Mengenaskan
- Terkait Surat Plh Sekda, Gubernur Iqbal Tegaskan Kolaborasi Pentahelix Penanganan Bencana
- Dinas PUPR Perkim NTB Ajukan Anggaran BTT Tangani Jalan Retak di Parado Bima
- Jembatan Amblas di Narmada: 90 KK Terisolir, Ratusan Anak tak Bisa Sekolah
Ia berharap rapat tersebut akan menghasilkan keputusan final terkait penyesuaian harga MinyaKita.
“Mungkin beberapa waktu lagi. Tunggu nanti kalau ada rapat di Menko nanti kita bicarakan,” ungkap Zulhas.
Sebelumnya, pada awal Mei 2024, Zulhas telah mengusulkan kenaikan HET MinyaKita sebesar Rp1.000 per liter. Penyesuaian harga ini bertujuan untuk membantu kelancaran distribusi dan mencegah kelangkaan MinyaKita di pasaran.
“Saya usulkan naik Rp1.000 (per liter MinyaKita),” kata Zulhas kepada media di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin, 6 Mei 2024.
Usulan kenaikan HET MinyaKita ini mendapat berbagai tanggapan dari masyarakat. (WIL)



