Hasil Panen Padi di Pringgabaya Anjlok Akibat Kekurangan Air

Lombok Timur (NTBSatu) – Puluhan petani padi di Desa Batuyang, Kecamatan Pringgabya, Kabupaten Lombok Timur, mengalami penurunan hasil produksi pada musim panen tahun ini.
Pasalnya, padi yang mereka tanam akhir 2023 lalu kekurangan air karena dilanda kekeringan akibat terjadinya fenomena El Nino.
Salah seorang petani di Desa Batuyang, Suyani, mengungkapkan memasuki masa tanam, debit air irigasi mengalami penurunan hingga penanaman padi terpaksa diundur.
“Kami sempat menunda hingga satu bulan untuk melanjutkan menanam padi karana kekeringan,” kata Suryani, Jumat, 3 Mei 2024.
Berita Terkini:
- Bupati Sumbawa Tekankan Peran Strategis PPNS dalam Sukseskan Program Pemerintah Daerah
- Bupati Lombok Timur Manfaatkan Program Desa Berdaya Tekan Angka Kemiskinan
- Pemkab Sumbawa Dukung Percepatan Pengembangan KEK Samota
- Pemkot Mataram Gelontorkan Rp3,76 Miliar Perbaikan Puskesmas Karang Taliwang
- Update Harga iPhone 13 dan 14, September Diperkirakan Turun
Kata Suryani, kondisi tersebut benar-benar di luar prediksi para petani. Pasalnya, pasokan air saat akhir tahun biasanya selalu berlimpah karena musim penghujan.
“Tahun ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Air sawah kurang, bahkan tidak ada,” ucapnya.
Fenomena iklim ini pun membuat kualitas dan kuantitas panen padi anjlok. “Bobot padi jadi turun bahkan sampai tidak ada isinya,” ungkapnya.
Hasil panen dari luas lahan 20 are yang biasanya mencapa 20 kuintal, pada musim panen tahun ini hanya menghasilkan 9 kuintal. (MKR)