Diajak PDIP Koalisi di Pilkada, Hanura NTB Masih Pikir pikir
Mataram (NTBSatu) – DPW Hanura NTB merespons ajakan PDIP untuk berkoalisi di Pilkada.
Hanya saja, pengurus belum berani mengambil keputusan, karena masih mengamati dinamika perkembangan politik daerah.
Ketua DPW Hanura NTB Ahmad Dahlan mengatakan, koalisi dengan partai lain, khususnya untuk Pilgub NTB, keputusannya diambil setelah lebaran.
“Ya kita lihat situasi dan kondisi nanti. Belum kita bisa berani putuskan untuk berkoalisi dengan partai mana, apakah partai A atau partai B belum ada rencana,” jelasnya kepada NTBSatu Sabtu, 30 Maret 2024.
Seusia lebaran nanti, langkah Hanura diawali dengan rapat internal, untuk putuskan ke mana akan berlabuh.
Berita Terkini:
- Ekspor NTB Melesat 368,28 Persen, Didongkrak Emas dan Tembaga Smelter
- OPD Segera Susun Rencana Kasi Tindak Lanjuti Kerja Sama NTB, Bali, dan NTT
- Warganet Soroti Jalan Menuju Tambang Ilegal Desa Serage, Kontras dengan Aspal Mulus Lombok Barat
- Dinas Pertanian Lombok Tengah Akui APBD tak Mampu Biayai Benih, Bantuan Sepenuhnya Bergantung Pusat
“Untuk Pilgub kita akan rapat internal dulu, mungkin setelah lebaran ini,” paparnya.
Sebelumnya diberitakan, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengungkapkan bahwa PDIP membuka kemungkinan akan melanjutkan kerja sama politik dengan tiga partai politik, yakni PPP, Partai Perindo, dan Partai Hanura pada Pilkada serentak, November 2024.
“Kami terus membangun kerja sama dengan PPP, Perindo, dan Hanura. Apalagi secara psikologis, kami berempat ini adalah victims (korban),” kata Hasto di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Senin 25 Maret 2024 dikutip Kompas.com.
Hasto lantas bercerita bagaimana kerja sama politik PDIP dengan tiga partai politik itu pada Pilpres 2024. Di mana, menurutnya kerja sama politik untuk mengusung Ganjar-Mahfud itu tercipta guna mewujudkan kepemimpinan yang mengedepankan supremasi hukum. (ADH)



