KCD Panggil Kepsek dan Pengawas yang Terlibat Intimidasi dan Transaksi Mutasi di Bima
Mataram (NTBSatu) – Kantor Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (KCD Dikbud) NTB Kabupaten Bima dan Kota Bima memanggil kepala sekolah (kepsek) dan pengawas yang terlibat intimidasi dan transaksi mutasi.
Intimidasi dan transaksi mutasi ini dilakukan oleh pengawas KCD Dikbud NTB Bima inisial S dan Kepala SMAN di Tambora inisial H. Keduanya melakukan itu bersama seorang Caleg DPRD NTB di Bima berinisial B.
Ketiganya mengumpulkan sejumlah guru penggerak untuk dimintai uang belasan juta rupiah jika ingin menjadi kepsek. Bahkan, mereka juga meminta kepada kepsek yang saat ini sedang menjabat, jika ingin bertahan untuk menyiapkan uang belasan juta.
Kepala KCD Dikbud NTB Bima, Siti Maryatun mengaku kaget mendapatkan informasi tersebut. Dirinya mengatakan, tidak mengetahui sama sekali ada kejadian itu.
“Saya kaget setelah baca berita yang dikirimkan Pak Kadis tadi pagi. Itu semua di luar sepengetahuan kita. Jadi saya sendiri pun sama sekali tidak tahu, baru tahunya setelah dikirimi,” katanya kepada NTBSatu, Selasa, 9 Januari 2024.
Berita Terkini:
- RKPD Sumbawa 2027 Digenjot: Target Ekonomi 5,5 Persen, 633 Usulan Rakyat Disaring Ketat
- DPRD Soroti Jalan Rusak di Lobar, Diduga Akibat Truk Berat Hindari Jembatan Timbang
- Wakil Ketua DPRD Dompu Kecam Wabup Syirajuddin yang Tinggalkan Rapat: Liar dan Tak Etis
- Bupati Jarot Gaspol Selamatkan Hutan Sumbawa: Stop Jagung di Kawasan Negara, Satgas Diperkuat
Atas informasi yang didapatnya, dirinya langsung memanggil Kepala SMAN di Tambora inisial H tersebut.



