KCD Panggil Kepsek dan Pengawas yang Terlibat Intimidasi dan Transaksi Mutasi di Bima
Mataram (NTBSatu) – Kantor Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (KCD Dikbud) NTB Kabupaten Bima dan Kota Bima memanggil kepala sekolah (kepsek) dan pengawas yang terlibat intimidasi dan transaksi mutasi.
Intimidasi dan transaksi mutasi ini dilakukan oleh pengawas KCD Dikbud NTB Bima inisial S dan Kepala SMAN di Tambora inisial H. Keduanya melakukan itu bersama seorang Caleg DPRD NTB di Bima berinisial B.
Ketiganya mengumpulkan sejumlah guru penggerak untuk dimintai uang belasan juta rupiah jika ingin menjadi kepsek. Bahkan, mereka juga meminta kepada kepsek yang saat ini sedang menjabat, jika ingin bertahan untuk menyiapkan uang belasan juta.
Kepala KCD Dikbud NTB Bima, Siti Maryatun mengaku kaget mendapatkan informasi tersebut. Dirinya mengatakan, tidak mengetahui sama sekali ada kejadian itu.
“Saya kaget setelah baca berita yang dikirimkan Pak Kadis tadi pagi. Itu semua di luar sepengetahuan kita. Jadi saya sendiri pun sama sekali tidak tahu, baru tahunya setelah dikirimi,” katanya kepada NTBSatu, Selasa, 9 Januari 2024.
Berita Terkini:
- NTB Perkuat Akses dan Persebaran Buku Tingkatkan Indeks Literasi
- Oknum Tuan Guru di Lotim Diduga Setubuhi Santriwati Selama 10 Tahun
- Jelang TKA SD dan SMP 2026 di Mataram: Sekolah Fokuskan Literasi–Numerasi, Sarpras Jadi Catatan
- Waspada LSD, Kabupaten Sumbawa Perketat Pengawasan Lalu Lintas Sapi dan Kerbau
Atas informasi yang didapatnya, dirinya langsung memanggil Kepala SMAN di Tambora inisial H tersebut.



