Mayoritas Kota di Wilayah Bali dan Nusa Tenggara Alami Inflasi, Kota Ini Satu – satunya Tidak Terdampak
Mataram (NTBSatu) – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bima mencatat Perbandingan Inflasi 7 Kota di Wilayah Bali dan Nusa Tenggara pada Oktober 2023.
Dikala mayoritas daerah lain dilanda kenaikan harga komoditas secara terus-menerus, terpantau Kota Bima menjadi satu – satunya daerah yang tahan gempuran inflasi, hingga minus 0,11 persen.
“Kota Bima justru mengalami deflasi pada Bulan Oktober 2023 sebesar 0,11 persen, karena turunnya harga pada kelompok Komoditas Makanan, Minuman, dan Tembakau sebesar 0,38 persen,” kata Kepala BPS Kota Bima, Peter Willem melalui Laporan Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi Kota Bima Oktober 2023, Rabu, 15 November 2023.
Berita Terkini:
- Perkuat Kemitraan Global, NTB Kenalkan Potensi Pariwisata hingga Energi Terbarukan ke Kanada
- UIN Mataram Masuk 100 Top Perguruan Tinggi Nasional Versi Webometrics 2026
- 266 Gempa Terdeteksi di Selat Lombok Selama Enam Hari, BMKG Imbau Mitigasi Mandiri
- Sambut HUT Ke-67, Pemkab Sumbawa Agendakan Groundbreaking Proyek Industri Unggas hingga Pecahkan Rekor MURI Kopi
Selain itu, pihaknya mencatat beberapa kelompok komoditas lain yang terpantau mengalami deflasi antara lain kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar -0.32 persen.
Penurunan harga juga terjadi pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar -0.56 persen.
“Ada 4 komoditas yang mengalami inflasi, yaitu kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0.47 persen, kelompok transportasi 0.4 persen, kelompok kesehatan 0.26 persen, kelompok pakaian dan alas kaki 0.01 persen,” lanjutnya.



