PDIP Ditinggal Keluarga Jokowi, Ganjar Singgung Tragedi Kudeta 27 Juli

Mataram (NTBSatu) – Calon Presiden RI, Ganjar Pranowo menegaskan dirinya akan terus bertarung, meski ditinggalkan oleh Keluarga Presiden Joko Widodo. Dia juga mengungkapkan tidak akan cengeng dengan keadaan politik saat ini.
“Kita fight terus, kita enggak cengeng dengan segala yang terjadi,” ungkap Ganjar, dikutip dari cnnindonesia.com, Minggu 29 Oktober 2023.
Hal ini ia ungkap, merespon dari pernyataan Sekertaris Jendral (Sekjend) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto.
Berita Terkini:
- Bupati Sumbawa Tekankan Peran Strategis PPNS dalam Sukseskan Program Pemerintah Daerah
- Bupati Lombok Timur Manfaatkan Program Desa Berdaya Tekan Angka Kemiskinan
- Pemkab Sumbawa Dukung Percepatan Pengembangan KEK Samota
- Pemkot Mataram Gelontorkan Rp3,76 Miliar Perbaikan Puskesmas Karang Taliwang
Untuk mengurai kesedihannya, Ganjar mengingatkan pristiwa kelam Kudeta 27 Juli 1996 atau dikenal tragedi Kudatuli yang menimpa PDI Perjuangan.
Dia takkan larut dalam kesedihan usai ditinggal petugas partai dari keluarga Jokowi. Baginya pristiwa Kudatuli 1996 lebih pedih dari pristiwa hari ini.
“Kita tidak ingin mendramatisasi kesedihan, tapi kita harus berjuang. PDI Perjuangan itu waktu PDI juga dihajar habis-habisan dibakar itu, bahkan ada yang mati kok, jangan lupa dengan Kudatuli lho ya,” jelas Ganjar mengingatkan.