Harga Beras Naik, Masyarakat Rentan Lakukan “Panic Buying”
Mataram (NTB Satu)- Masyarakat Kota Mataram diharapkan tidak melakukan panic buying seiring dengan meningkatnya harga beras medium dan premium.
Harga beras medium naik sejak hari Jumat, 1 September kemarin, mulai dari harga Rp9.900 menjadi Rp10.900. Meski mengalami kenaikan, harga beras tersebut masih pada posisi harga eceran tertinggi (HET).
Kepala Bidang Pengendalian Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram Sri Wahyunida, mengatakan harga beras medium menjadi tolok ukur untuk melihat antusias masyarakat.
Berita Terkini:
- Bahlil Paparkan Empat Arahan Prabowo Usai Dilantik Jadi Ketua Harian DEN
- DPRD NTB Tetapkan Lima Calon Komisioner KI, Fit and Proper Test Digelar Maraton Dua Hari
- Data Dinamis, Dinsos Sumbawa Ingatkan Warga Segera Rekam Dukcapil Agar PBI JK tak Dinonaktifkan
- IKMM Hadirkan Inovasi Layanan Posyandu Ternak di Lombok Timur
Disdag pun berkoordinasi dengan Bulog dan OPD lainnya untuk melakukan pantauan terhadap ketersediaan pasokan beras medium.
“Ketika stok beras medium di beberapa pasar terpenuhi, maka tidak akan menimbulkan panic buying ketika terjadi lonjakan harga beras premium. Beras medium juga menjadi salah satu program pemerintah,” ujarnya pada dialog pagi di RRI Mataram, Rabu, 13 September 2023.
Nida berharap kepada masyarakat supaya membeli bahan pokok sesuai dengan kebutuhan, dan tidak melakukan panic buying.
“Jangan pernah panic buying, karena ketersediaan beras dan bahan pokok Kota Mataram masih aman,” tegasnya.



