Pengembalian 335 Harta Karun Lombok akan Jadi Napak Tilas Sejarah yang Hilang
Mataram (NTB Satu) – Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) belum bisa memastikan, kepastian kepulangan 335 harta karun Lombok ke tanah air. Termasuk juga, 117 benda bersejarah yang dikembalikan lainnya.
Melalui keterangan resminya, Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek, Hilmar Farid mengatakan, pihaknya masih membicarakan jadwal kepulangan benda bersejarah tersebut bersama Pemerintah Belanda.
Baca Juga:
- Kasus Pemerkosaan Anak di Gerung Terungkap, Polisi Bekuk Terduga Pelaku
- Ketua Bhayangkari NTB Serahkan Bantuan Kursi Roda dan Sosial bagi Warga Lombok Timur
- Gubernur NTB Lepas 393 Jemaah Haji Kloter Pertama, Titip Doa untuk Daerah
- Polresta Mataram Buru Pelaku Teror Busur Panah
- Ampenan Selatan Perkuat Kolaborasi Data lewat “Kelurahan Cantik”
“Terkait kapan pastinya 472 benda bersejarah itu pulang ke tanah air, belum bisa dipastikan kapan. Kami masih membicarakannya dengan Pemerintahan Belanda mengenai jadwalnya dan mekanismenya, agar tetap terjaga,” ujarnya, dikutip dari historia.id, Selasa, 11 Juli 2023.
Pihaknya hanya bisa memastikan, kalau benda-benda tersebut telah tiba di Indonesia, pihaknya akan menggelar sejumlah pameran. Pameran ini bisa menjadi kesempatan napak tilas sejarah yang hilang.



