Tingkat Penjualan Sapi Bima di Wilayah Jabodetabek Menurun, Peternak Sampai Banting Harga
Mataram (NTB Satu) – Mendekati Iduladha, tingkat penjualan sapi Bima di Wilayah Jabodetabek mengalami penurunan. Akibatnya, ada peternak yang sampai banting harga jual sapi demi sapi-sapi tersebut bisa terjual.
Sebelumnya Koordinator sementara Asosiasi Pemilik Kandang dan Pengusaha Sapi Bima Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), Furqan Sangiang mengatakan, memasuki sepuluh hari menjelang Iduladha, tingkat penjualan sapi Bima di wilayah Jabodetabek masih berada di 30-40 persen. Biasanya, memasuki hari-hari itu seharusnya sudah banyak yang terjual.
Baca Juga:
- Disperkim Kota Mataram Tanggapi Video Viral Warga Pesisir Ampenan Soal Bantuan Rumah
- Empat Tahun Berjalan, Grup Donor Darah Kaling Marong Karang Tatah Jadi Penyelamat Warga
- Ahli Geologi Ungkap Tambang Rakyat Ilegal akan Terus Ada Selama Permintaan Emas Masih Tinggi
- Oknum Dosen Unbim MFH Diduga Jual Beasiswa ke Mahasiswa, Kampus: Itu Uang Daftar Ulang
Banyaknya jumlah sapi yang dibawa dari pulau Sumbawa untuk dijual dibeberapa wilayah di Jabodetabek menjadi salah satu penyebabnya.
Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), jumlah sapi yang seharusnya dibawa ke wilayah Jabodetabek adalah 12 ribu ekor. Namun, jumlah sapi yang dibawa mencapai dua kali lipat dari yang sudah ditentukan.



