Pratik Laten Politik Uang Bisa Diminimalisir Lewat Media
Mataram (NTB Satu) – Pengamat Politik Dr. Ihsan Hamid mengatakan, praktik money politics tidak bisa dipisahkan dalam setiap gelaran Pemilihan Legislatif (Pileg) maupun Pilkada.
Akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram ini menilai, salah satu upaya yang bisa mereduksi money politic dalam sistem demokrasi pemilihan umum nantinya, perlu adanya gerakan massif dari media-media tentang bahaya laten praktik tersebut.
“Kerja sama dengan media menjadi langkah yang efektif untuk menekan money politic,” ujarnya Selasa 6 Juni 2023.
Menurutnya, hanya dengan instrumen media, daya gedor dan infiltrasi terhadap pemahaman masyarakat bisa diubah.
Lihat Juga:
- Wakil Ketua DPRD Dompu Kecam Wabup Syirajuddin yang Tinggalkan Rapat: Liar dan Tak Etis
- Bupati Jarot Gaspol Selamatkan Hutan Sumbawa: Stop Jagung di Kawasan Negara, Satgas Diperkuat
- Realisasi Pendapatan APBD Kabupaten Bima 2025 Tembus Rp2.060 Triliun
- Sembilan Warga Kopang Ditangkap Polisi, Diduga Aniaya Korban hingga Meninggal Dunia
“Karena media punya daya dentuman yang dahsyat,” tegasnya.
Media memiliki jangkauan luas dan telah tersentuh oleh semua kalangan. Karena itu, penyelenggara seharusnya lebih banyak bekerjasama dengan media untuk minimal mengurangi praktik politik uang di masyarakat.
“Penyelenggara belum massif dari segi medianya, harus kerja sama dengan media,” paparnya.
Bahkan ia pun melihat peran media memiliki pengaruh yang cukup kuat. Tidak hanya dalam memberikan pencerahan tentang Pemilu serta bahaya politik uang, media pun sangat menentukan siapa yang bisa menjadi pemenang dalam setiap gelaran kontestasi baik itu Pilpres, Pileg, maupun Pilkada.
“Siapa yang gunakan media dia yang bisa berpotensi meraih kemenangan lebih besar,” tandasnya. (ADH)



