Cuaca Ekstrem, BMKG Minta Masyarakat Bima-Dompu Waspada
Mataram (NTBSatu) – BMKG memantau perkembangan kondisi cuaca di seluruh wilayah Indonesia. Dalam pantauan itu menunjukkan kondisi dinamika atmosfer siginifikan yang berdampak pada potensi peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk wilayah Bima dan Dompu.
Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Muhammad Salahuddin Satria Topan Primadi mengatakan, kondisi dinamika atmosfer yang mendukung pembentukan awan hujan yang cukup intensif dalam beberapa hari ke depan.
Diantaranya, aktifnya gelombang Rossby Ekuator divergensi lapisan atas dengan kategori sedang (10-20 s-1) dan vortisitas kuat di lapisan 850 mb, 700 mb, dan 500 mb. Didukung juga oleh suhu muka laut yang menunjukan anomali positif (lebih hangat) serta aliran massa udara keluar (outflow) yang mendukung pertumbuhan bibit 98S.
“Pusat tekanan rendah dan sirkulasi siklonik yang membentuk daerah belokan, pertemuan, dan perlambatan kecepatan angin dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Bima dan Dompu,” katanya melalui siaran persnya Minggu 9 April 2023.
Saat ini sambungnya, terdapat 1 bibit siklon tropis di wilayah Indonesia yaitu bibit siklon tropis 98S, terpantau di Laut Timor sebelah barat daya Saumlaki, tepatnya di sekitar 9.7 °LS 129.3° dengan kecepatan angin maksimum 35 knot dan tekanan udara minimum sebesar 996 mb bergerak ke awah Barat Daya.
Beberapa wilayah yang patut diwaspadai memiliki potensi cuaca hujan sedang hingga lebat dapat disertai petir dan angin kencang yang dapat mengakibatkan bencana hidrometeorologi seperti genangan, banjir, banjir bandang, angin kencang, puting beliung, hujan es dan tanah longsor.
Beberapa daerah tersebut yakni Kabupaten Bima berada di Tambora, Ambalawi, Bolo, Palibelo, Donggo, Madapangga, Soromandi, Wawo, Woha, Langgudu, Lambu, Wera, Belo, Lambitu, parado, Monta, Sanggar, Sape, Wera.
Kemudian di Kabupaten Dompu yakni di Pekat, Dompu, Huu, Pajo, Woja, Manggalewa, Kempo, Kilo. Sementara di Kota Bima di Mpunda, Raba, Rasanae Timur, Rasanae Barat, Asakota.
Potensi gelombang tinggi di wilayah Perairan Bima dan Dompu yakni, tinggi gelombang laut 1,25 – 2,5 meter. Perairan Utara Bima dan Pelabuhan Bima tinggi gelombang laut 2,5 – 4,0 meter dan Perairan Selatan Bima tinggi gelombang laut 2,5 – 4.0 meter.
Menghadapi kondisi tersebut, agar seluruh pemangku kepentingan dan seluruh komponen masyarakat dapat meningkatkan kesiapsiagaan terjadinya bencana alam hidrometeorologi, khususnya di wilayah Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu. (ADH)
Lihat juga:
- Penyelundupan 589.760 Batang Rokok Ilegal Digagalkan di Lembar
- Gandeng UT School dan PT Amman, Pemerintah KSB Resmi Luncurkan Program Beasiswa Mekanik Alat Berat
- BPKP Belum Hitung Kerugian Negara Kasus Pengadaan Combine Harvester di Sumbawa Barat
- Intimidasi Geng Motor dan Perang Kembang Api, Satpol PP Kota Mataram Perketat Pengamanan
- Gunung Tambora Kembali Aktif Setelah 200 Tahun “Tertidur”
- Keberangkatan 1.392 Jemaah Haji Lombok Timur Tunggu Kepastian Pusat, Keselamatan Jadi Prioritas



