Bio Farma Group Bersinergi Berbagi Kebaikan ke Masyarakat saat Ramadan
Mataram (NTBSatu) – Biofarma Group yang beranggotakan Bio Farma, Kimia Farma, dan Indofarma melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menyelenggarakan acara berbagi kebaikan Holding BUMN Farmasi.
Adapun acara yang mengusung tema “Sinergi Berbagi Kebaikan dan Inspirasi di Ramadhan Suci Penuh Berkah” itu diselenggarakan di Bio Farma pada 24 Maret 2023.
Acara yang dihadiri oleh Dewan Komisaris dan Board of Executive seluruh entitas Holding BUMN Farmasi itu diisi dengan berbagi TJSL Biofarma Group sebesar Rp365 juta.
Adapun pembagianny adalah Rp160 juta untuk anak yatim, Rp77 juta untuk guru ngaji, untuk marbot masjid senilai Rp77 juta dan kelompok disabilitas senilai Rp51 juta.
Dalam sambutannya, Komisaris Utama Bio Farma, Tanri Abeng mengapresiasi terciptanya acara tersebut sebagai harapan baik di bulan Ramadan.
“Saya senang dapat langsung hadir dan harapan saya ke depannya kita terus bersinergi untuk berbagi kebaikan, terus berkolaborasi dalam membantu masyarakat. Ini bukti komitmen Holding BUMN Farmasi untuk selalu hadir dan dekat dengan masyarakat,” ucap Tanri.
Sementara Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir mengaku bersyukur atas terselenggaranya acara tersebut.
“Saya sangat senang dapat kembali bertemu dengan bulan Ramadhan yang penuh berkah, terlebih hari ini kita Holding BUMN Farmasi dapat berbagi kebaikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Honesti Basyir.
Iapun berharap agar kegiatan berbagi kebaikan serupa dapat terus berlanjut, tidak hanya di bulan Ramadan tapi juga di bulan-bulan lainnya.
Selain pemberian bantuan, acara pun diisi dengan tausiah yang disampaikan Ustaz Tatan Ahmad Santana dengan tema “Ramadhan dan Perubahan” yang dilanjutkan dengan melakukan doa bersama.(RZK)
Lihat juga:
- Kasus PT GNE Jalan di Tempat, Jaksa: Masih Kami Dalami
- TPS Lawata Over Kapasitas, DPRD Minta Pemkot Mataram Bangun TPST dengan Kapasitas Insenerator
- Berhasil Tekan Angka Stunting, Dinkes Lombok Tengah Targetkan Turun hingga 7 Persen di 2026
- Kasus DAK Dikbud NTB Masih Puldata-Pulbaket
- Pansel Sudah Dibentuk, 13 Jabatan Kosong Pemprov NTB Segera Dilelang



