Mataram

Intip Budi Daya Udang Bernilai Cuan Ala Anak Kampus Mataram

Mataram (NTB Satu) – Di Kota Mataram, tepatnya di Pantai Mapak Indah, ada sebuah tempat budi daya udang vaname dengan sistem bioflok oleh mahasiswa dari Universitas 45 Mataram. Proses budi dayanya diakui lebih mudah dan murah ketimbang dengan sistem tambak yang membutuhkan lahan yang luas.

Kelebihan dari jenis udang ini adalah tinggi protein dan rendah kalori, bahkan mengandung astaxanthin yang beguna mencegah penuaan dini. Selain itu, masa budi dayanya hingga panen tergolong lebih singkat, hanya butuh waktu 3 sampai 4 bulan.

IKLAN

“Ada pegawai kita yang alergi udang, tapi pas kita suruh coba makan udang vaname ini, alerginya tidak timbul,” ungkap Rizali Gumalar, salah satu anggota kelompok Millinnial Shrimp Farm yang mengelola budi daya tersebut, Rabu, 13 Juli 2022.

Dari segi harga, terbilang lebih tinggi dari udang biasa di pasaran. “Udang kita ini untuk ukuran 40, sekilonya Rp125 ribu. Kalau udang biasa di pasaran sekitar Rp80 ribu,” imbuhnya.

Pembudidayaan udang vaname ini baru berlangsung kurang dari satu tahun. Pada masa panen pertama yang mereka sebut sebagai masa uji coba, menghasilkan udang seberat 50 kilogram. Selanjutnya, hasil panen itu dipasok ke beberapa kafe ataupun restoran sekitar.

“Kami jualnya ke restoran di sini, ada juga di luar kita kirimkan. Kalau dari respon, malah mereka senang, sudah enak dan segar,” katanya.

Dari segi kebersihan, bioflok ini menggunakan air laut yang sudah melewati proses penyaringan. Artinya aman dari limbah dan zat-zat beracun. Pakannya pun mengunakan pakan yang sudah difermentasi.

Tidak hanya berbudi daya, mereka juga memberikan pelatihan, baik kepada mahasiswa Universitas 45 Mataram sendiri maupun masyarakat umum yang ingin belajar soal budi daya udang vaname dengan metode bioflok. (RZK)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button