INFO NTB

Pemprov NTB Alami Kesulitan Bayar Utang Rp227,6 Miliar

Mataram (NTB Satu) – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) NTB Tahun 2022 tengah mengalami masalah lantaran kontraksi tanggungan utang di APBD Tahun 2021. APBD yang bermasalah terjadi lantaran tanggungan utang kepada pihak ketiga sebesar Rp227,6 miliar yang belum terbayarkan di APBD 2021. Namun, pemerintah Provinsi NTB sedang berupaya membayar seluruh utang, disesuaikan dengan pendapatan yang diraih.

Sekretaris Daerah NTB, H. Lalu Gita Ariadi mengatakan, pemerintah Provinsi NTB tengah menyelesaikan utang menggunakan metode penyicilan. Peningkatan pendapatan sebesar 7,7 persen pascagelaran MotoGP, tidak serta merta membuat NTB dapat melunasi seluruh utang. Disebutkan, sektor pariwisata menjadi pendongkrak utama pertumbuhan ekonomi NTB.

IKLAN

“Lalu, komponen pajak retribusi terkait pariwisata langsung dilimpahkan pemerintah kabupaten dan kota,” ungkap Gita, ditemui NTB Satu di Kantor Gubernur NTB, setelah rapat bersama sejumlah anggota DPD-RI, Senin, 13 Juni 2022.

NTB telah melunasi utang dengan persentase 34 persen. Tahun 2022, pemerintah provinsi menyatakan terus berkomitmen untuk melunasi utang tersebut. Pemerintah Provinsi NTB harus melunasi utang tersebut pada Mei 2022.

Selain itu, masalah terjadi lantaran transfer Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat berkurang jauh dan NTB punya beban 8 persen dari DAU untuk vaksinasi. Daya beli masyarakat yang melemah selama masa pandemi Covid-19, diperkirakan juga membuat sumber penerimaan dana di NTB berkurang.

“Sumber penerimaan dana NTB sebenarnya masih belum normal seperti yang diharapkan. Hal itu terjadi lantaran gempa 2018 dan pandemi Covid-19,” terang Gita.

Selain itu, pembayaran Potongan Pajak Negara (PPN) yang meningkat dari dari 10 persen menuju 11 persen disebut turut mempengaruhi kondisi keuangan NTB. Kenaikan pembayaran PPN membuat situasi makin sulit.

“Nantinya apabila proses administrasi clear and clean serta pendapatan sudah normal, kami akan berupaya untuk melunasi seluruh utang NTB,” tandas Gita. (GSR)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button