NTB

Mutiara NTB Masih Jadi Primadona di Luar Negeri, Nilai Ekspornya Capai Rp25 Miliar di 2022

Mataram (NTB Satu) – Nilai ekspor mutiara Provinsi NTB hingga April 2022 mencapai Rp25 miliar atau US$1,7 juta. Nilai ini dihitung dengan harga penukaran Dolar AS Rp14.000 perdolar.

Dinas Perdagangan Provinsi NTB mencatat ekspor mutiara dari daerah ini terus tumbuh, dan menjadi komoditas ekspor andalan NTB ke 7 negara seperti Jepang, Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Hongkong, Australia, China, dan India. Hingga April 2022, jumlah mutiara yang diekspor mencapai 670 kg, dan berpotensi terus bertambah hingga akhir 2022.

IKLAN

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, H. Fathurrahman melalui Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perdagangan NTB, Baiq Denny Evita Darmiyana mengatakan, Australia menjadi negara tujuan ekspor mutiara terbesar pada 2022.

“Nilai perdagangan mutiara dengan Australia mencapai US$1,4 juta, paling besar diantara 7 negara tujuan ekspor mutiara,” terangnya.

Kualitas mutiara NTB yang dinilai bagus, menjadi faktor utama pasar luar negeri berminat terhadap mutiara NTB.

“Kalau mutiara di luar negeri kan menjadi koleksi, dan perhiasan. Dan kepercayaan pasar luar negeri terhadap mutiara NTB atau Lombok sudah bagus sejak dulu, sehingga ekspornya bisa berkelanjutan,” tambah Denny.

Sentra produksi mutiara di NTB berada di Mataram, dan sudah menjadi oleh-oleh khas bagi wisatawan yang berkunjung ke NTB. Selain mutiara, hasil laut yang diekspor NTB yakni rumput laut. Ekspor rumput laut hingga April 2022 sejumlah US$45.637 atau Rp664,5 juta dengan tujuan ekspor ke China.

NTB juga mengekspor hasil kerajinan tangan seperti kerajinan buah kering, kerajinan alang-alang, kerajinan batu alam, kerajinan bambu dan kerajinan kayu. Nilai ekspor barang kerajinan NTB pada 2022 US$179.444.

“Kalau barang kerajinan mayoritas tujuannya ke Uni Emirat Arab, kemudian Amerika Serikat dan Korea Selatan,” demikian Denny. (ABG)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button