IKLAN
Advertorial

Agar Cakap Berbahasa, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB Sediakan Literatur Bahasa Indonesia

Mataram (NTB Satu) – Untuk mengasah kecakapan berbahasa, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB sediakan aneka literatur bahasa. Penyediaan literatur bahasa, diharapkan mampu membantu para pemustaka agar makin cakap dalam berbahasa, baik praktik maupun teori.

Pengunjung perpustakaan, Retno Dwi Sagita, mengatakan, literatur bahasa relatif sulit didapatkan di perpustakaan perguruan tinggi. Padahal, mempelajari ilmu bahasa merupakan hal yang sangat penting. Oleh karena itu, Retno sangat bersyukur karena Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB telah menyediakan aneka literatur bahas.

IKLAN

“Bila menguasai bahasa, manusia akan menguasai dunia. Orang-orang sering menyepelekan bahasa dan menganggap seolah-olah bahasa tidak penting dan sangat mudah dipelajari. Bagi saya, itu adalah kekeliruan,” ungkap mahasiswi asal Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Pendidikan Mandalika Mataram, ditemui NTB Satu di Perpustakaan Daerah NTB, Rabu, 18 Mei 2022.

Lebih lanjut, Retno menceritakan, telah meminjam buku Semantik 2: Pemahaman Ilmu Makna karya Fatimah Djajasudarma. Buku tersebut memberikan pemahaman tentang makna dalam kalimat maupun wacana yang berbentuk tulis dan lisan. Selain itu, buku tersebut memaparkan tentang ilmu makna, dari mulai pendekatan, aspek, jenis, tipe, stilistika, majas, serta penggolongan aspek, kala, nomina, dan modus.

“Walaupun saya mahasiswa jurusan Bahasa Inggris, mempelajari Bahasa Indonesia cukup sulit pula. Sebab, Bahasa Indonesia sangat kompleks,” ujar Retno.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB, Julmansyah M.Ap., mengatakan, berbagai fasilitas yang tersedia dapat diakses oleh seluruh pengunjung. Bahan bacaan yang tersedia di perpustakaan daerah juga terus diperbarui. Setelah itu, dilakukan pendataan mengenai buku yang paling banyak dimininati.

“Buku-bukunya diganti terus. Peredaran bukunya juga berlangsung bagus dan tetap dikawal oleh para pegawai. Ada bahan bacaan yang cetak dan bahan bacaan non-cetak,” ujar Julmanysah.

Julmansyah menerangkan, pelayanan mumpuni turut mendasari kepopuleran dan citra perpustakaan di kalangan masyarakat, khususnya pelajar dan mahasiswa. (GSR)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button