Rekomendasi

Berapa Budget Tiapkali Bukber ?

Mataram (NTBSatu) – Buka puasa bersama alias Bukber, merupakan aktivitas yang lazim dilakukan oleh masyarakat Indonesia, khususnya anak muda.

Bukber kerapkali menjadi menjadi ajang silaturahmi yang sulit dilewatkan saat Ramadan, terlebih setelah usainya pembatasan sosial yang ditetapkan pemerintah belakang ini karena Covid-19.

Untuk mengadakan buka puasa bersama, setiap orang menyiapkan anggaran yang berbeda-beda. Berapakah rata-rata nominal yang dikeluarkan ?

Berdasarkan hasil survei tSurvey.id tahun 2023, terhadap 2.555 responden dari berbagai rentang usia yang tersebar di 27 provinsi di Indonesia, terdapat sekitar 46 persen responden merogoh kocek Rp50.000 – Rp100.000 saat buka puasa bersama.

Kemudian, 37 persen responden menyiapkan anggaran kurang dari Rp50.000 untuk buka puasa bersama. Lalu, 14 persen responden mengalokasikan anggaran sebesar Rp100.000 – Rp200.000.

IKLAN

Ada pula responden yang menyiapkan anggaran lebih dari Rp200.000 untuk buka puasa. Hanya saja, persentasenya hanya sebanyak 3 persen.

Berita Terkini:

Lebih lanjut, berdasarkan pilihan tempat berbuka puasa bersama, ada 45 persen responden yang memilih untuk buka puasa bersama di restoran. Kemudian, 33 persen responden memilih untuk memasak makanan bersama di rumah kerabat.

Ada pula 11 persen responden yang memilih memesan makanan cepat saji di rumah kerabat. Sedangkan, 11 persen responden lain memilih berbuka puasa bersama di masjid.

Sementara itu, hasil survei Jakpat memaparkan 30 persen responden mengikuti acara buka puasa bersama sebanyak dua hingga empat kali pada Ramadan 2023. Lalu, 26 persen responden menghadiri buka puasa bersama sebanyak satu kali.

IKLAN

Responden yang menghadiri buka puasa bersama sebanyak 5-7 kali sebanyak 3 persen. Persentase serupa dialami oleh responden yang mengikuti buka puasa bersana hingga lebih dari tujuh kali.

Di sisi lain, masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak mengikuti buka puasa bersama pada tahun ini. Tercatat ada 37 persen responden yang menyatakan hal tersebut.

Sebagai informasi, Jakpat melakukan survei terhadap 1.365 responden muslim di Indonesia pada 6-7 April 2023. Survei ini dilakukan dengan tingkat toleransi kesalahan (margin of error) kurang dari 5 persen.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button