Pariwisata

Video Kuda Cidomo Angkut Asbes di Gili Trawangan Disorot Wisatawan Asing

Mataram (NTBSatu) – Sebuah rekaman video kontroversial yang menyoroti aktivitas kuda cidomo pengangkut asbes di Gili Trawangan, Lombok Utara sedang menjadi perhatian publik. Isu ini mencuat setelah seorang wisatawan asing mengunggah rekaman video tersebut ke media sosial Tiktok.

Rekaman tersebut memperlihatkan beberapa ekor kuda penarik cidomo di pesisir pantai Gili Trawangan. Pengunggah menyoroti tumpukan material bangunan berupa lembaran asbes putih berukuran besar di atas gerobak.

Wisatawan asing pemilik akun TikTok @aimeeglen_ tersebut, menuliskan takarir emosional dalam bahasa Inggris. “Sick to my stomach. Not only do they carry fat idiots around the island they also are construction carts. The police do nothing, these horses are in pain,” tulisnya.

IKLAN

Melalui tulisan itu, ia meluapkan rasa mirisnya. Ia melihat pemilik kuda memaksa menarik material konstruksi yang berat hingga kesakitan tanpa adanya tindakan dari pihak berwenang.

Seruan Boikot

Selain itu, wisatawan tersebut juga secara gamblang menuliskan seruan boikot bertuliskan “BOYCOTT GILI!🇮🇩” pada unggahan videonya. Ia menambahkan kalimat kekecewaannya, “I’ll never be coming back to Gili islands. Feel helpless.

Unggahan bernada boikot tersebut sengaja menyertakan serangkaian tagar global khusus perlindungan satwa dan kemanusiaan. Beberapa tagar yang ia gunakan antara lain, humanrights, animalabuse, serta animalabusiveneedstostop.

IKLAN

Akibatnya, unggahan ini langsung memicu gelombang protes keras dari warganet mancanegara di media sosial.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Disnakkeswan NTB, Muhamad Riadi, S.P., M.Ec.Dev. memberikan tanggapan objektif.

“Kalau dari video yang kita lihat, jelas itu ndak pas lah. Jangan terlalu dibebani, karena aspek kesrawan kudanya yang tidak terpenuhi,” ujarnya kepada NTBSatu, Kamis, 25 Juni 2026.

Rencana Edukasi

Oleh karena itu, pihaknya segera menerjunkan tim lapangan guna menertibkan aktivitas pengangkutan logistik tersebut. Petugas fokus memberikan pemahaman mendalam kepada komunitas pemilik moda transportasi tradisional.

“Oleh karena itu, kami akan menurunkan tim ke sana untuk mengedukasi para kusir cidomo. Secepatnya kita akan ke lapangan. Kita sosialisasi dan berikan pemahaman kepada kusir cidomo. Mungkin hari Senin,” tambahnya.

Pemerintah daerah berharap, para kusir lebih bijak mengatur volume muatan material bangunan. Langkah ini bertujuan memulihkan kepercayaan wisatawan internasional terhadap komitmen pariwisata ramah satwa. (*)

Artikel Terkait