MotoGP Mandalika Berpeluang Berlanjut hingga 2031, Dorna Tegaskan Komitmen
Mataram (NTBSatu) – Promotor ajang balap motor dunia, Dorna Sports, menyatakan komitmennya untuk mempertahankan penyelenggaraan MotoGP di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, setidaknya hingga tahun 2031.
Wakil CEO Dorna Sports, Carlos Ezpeleta, menyampaikan hal tersebut sambil menjelaskan pihaknya sudah memiliki perjanjian dengan pemerintah Indonesia.
“Seperti yang Anda katakan, kami memiliki perjanjian 5+5 tahun dengan Pemerintah Indonesia. Kami berencana untuk berada di sini setidaknya hingga tahun 2031,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Kamis, 8 Oktober 2026.
Negosiasi Biaya Penyelenggaraan
Skema kerja sama tersebut mencakup periode awal lima tahun yang berakhir pada 2026, termasuk opsi perpanjangan lima tahun berikutnya. Indonesia memegang peranan penting bagi pengembangan MotoGP karena besarnya pasar sepeda motor dan tingginya antusiasme masyarakat terhadap olahraga otomotif.
Dorna Sports telah menggelar pertemuan strategis bersama Pemerintah Indonesia, Mandalika Grand Prix Association (MGPA), dan InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) pada Rabu, 7 Oktober 2026. Pertemuan tersebut melibatkan Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria, perwakilan Kementerian Keuangan, serta Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir.
Meskipun Dorna memberikan lampu hijau, kelanjutan kerja sama untuk periode 2027 hingga 2031 masih memerlukan penyesuaian teknis. Pemerintah bersama pengelola kawasan saat ini tengah merincikan skema pembiayaan, terutama mengenai hosting fee atau biaya penyelenggaraan.
Direktur Operasi ITDC sekaligus Chairman MotoGP Mandalika 2026, Troy Warokka menegaskan proses negosiasi masih berlangsung secara konstruktif. Pemerintah mengkaji secara komprehensif seluruh aspek finansial dan operasional sebelum mengambil keputusan final.
“2027 ke atas. Tidak diputuskan langsung kemarin, masih harus dibicarakan. Ada negosiasi. Tapi yang bisa saya sampaikan, insyaallah semua positif,” ujarnya
Troy menambahkan, keterikatan emosional masyarakat lokal menjadi nilai tambah yang tidak dimiliki negara tuan rumah lain.
“Bukan hanya balap, tetapi atmosfer. Anak-anak sekolah, masyarakat, itu yang menjadi pembeda,” lanjutnya.
Dampak Ekonomi Kawasan
Kepastian perpanjangan kontrak hingga 2031 diproyeksikan memberi dorongan signifikan bagi perekonomian NTB, khususnya Kabupaten Lombok Tengah.
Keberadaan ajang kelas dunia ini menggerakkan berbagai sektor teknis strategis, mulai dari perhotelan, penyediaan akomodasi, jasa transportasi, kuliner, hingga Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta industri ekonomi kreatif di sekitar kawasan.
Penyelenggaraan berkala ini turut membuka ruang keterlibatan aktif bagi masyarakat lokal dalam ekosistem ekonomi balapan. Mulai dari penyediaan jasa logistik darat, perdagangan produk unggulan daerah, hingga promosi destinasi wisata.
Selain itu, event internasional ini menjadi sarana efektif untuk mengenalkan potensi keindahan alam dan kekayaan budaya Lombok ke tingkat global.
Di sisi lain, jaminan keberlanjutan event hingga 2031 memberikan kepastian iklim investasi bagi para pelaku usaha pariwisata. Kepastian jangka panjang ini memicu percepatan pembangunan fasilitas penunjang serta peningkatan standar layanan pariwisata di Lombok Tengah.
Pemerintah dan para pemangku kepentingan optimistis negosiasi hosting fee akan menghasilkan kesepakatan terbaik guna mempertahankan Mandalika sebagai pusat sport tourism dunia. (*)




