NTB

KOSTI NTB Rawat Warisan Budaya Sepeda Tua, Genjot Promosi Pariwisata Daerah

Mataram (NTBSatu) – Pengurus Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2026–2030 resmi memulai masa bakti usai menjalani prosesi pelantikan.

Mengusung komando Agus Cahyono, KOSTI NTB berkomitmen merawat sepeda tua sebagai warisan budaya sekaligus media promosi sektor pariwisata daerah.

Sejak terbentuk pada 20 Februari 2022, jaringan komunitas ini tumbuh pesat. Bermula dari 12 komunitas, kini jumlahnya berkembang menjadi 28 komunitas dengan total 350 anggota serta mencakup sekitar 500 unit sepeda tua yang tersebar merata.

“Perkembangan ini bukti tingginya kepedulian masyarakat. Kita bukan sekadar berhobi, tapi membawa misi budaya dan sejarah,” ujar Ketua KOSTI NTB, Agus Cahyono, Minggu, 25 Oktober 2026.

Agus menegaskan, sepeda tua bukan sekadar rongsokan. Lewat karat dan dentang lonceng khasnya, tersimpan rekam jejak perjuangan bangsa lantaran pernah menjadi sarana transportasi para pejuang, guru, hingga pedagang tempo dulu.

Menariknya, di antara ratusan populasi sepeda tersebut, terdapat koleksi antik berusia lebih dari 100 tahun, yakni merek Fongers keluaran 1920 yang kondisi fisiknya masih terjaga orisinal.

Sebagai bentuk kecintaan terhadap sejarah, KOSTI NTB turut menyerahkan hibah satu unit sepeda antik jenis Simplex asal Belanda temuan Maluk, bagian catatan historis endemik wilayah ini kepada pihak museum.

Sebagai wadah pemersatu, KOSTI NTB menegaskan organisasi ini bersifat egaliter tanpa memandang strata sosial. Pejabat pemerintahan, tokoh daerah, hingga masyarakat umum melebur menjadi satu dengan prinsip “satu sepeda sejuta saudara”.

Gaet Generasi Muda, Genjot Pariwisata Daerah

Guna menjaga keberlanjutan tradisi, KOSTI NTB menggencarkan program pembinaan generasi muda. Edukasi sejarah sepeda tua mulai menjangkau lingkungan sekolah serta pesantren, contohnya Pondok Pesantren Daru Atqia, Jonggat.

Hasilnya terbukti nyata, kader-kader muda binaan sukses menorehkan prestasi dan keluar sebagai juara ajang Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) kelas remaja.

Tidak hanya menjaga tradisi dan silaturahmi, KOSTI NTB turut membidik sektor pariwisata. Keunikan ratusan sepeda tua dipandang sangat potensial menjadi wahana promosi wisata ramah lingkungan, unik, serta membahagiakan.

Terlebih, NTB memegang status tujuan pariwisata prioritas nasional. KOSTI NTB lantas menyiapkan agenda ngontel skala regional hingga nasional guna mendatangkan para onthelis luar daerah agar berwisata bersama keluarga menyusuri keindahan alam NTB.

“Kami siap bersinergi bersama pemerintah serta pelaku wisata demi mewujudkan NTB yang makmur mendunia,” pungkas Agus.

Saat ini, kepengurusan KOSTI telah merambah Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, serta Lombok Utara. Sekarang, bersiap melebarkan sayap menuju Pulau Sumbawa. (*)

Artikel Terkait