Lombok Barat

Desa Mambalan Lombok Barat Juara Nasional Kampung KB Mandiri

Mataram (NTBSatu) – Program Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) Desa Mambalan, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, meraih Juara 1 nasional.

Desa Mambalan meraih ini dalam program Desa/Kelurahan Ayah Teladan (DEKAT) 2026 dalam Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Progam ini dicanangkan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Pusat.

Berdasarkan surat Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, pada Klaster A, Kampung KB Mambalan NTB meraih juara satu nasional. Disusul Kampung KB Sejati, Jawa Tengah dan Kampung KB Manggala dari Sulawesi Selatan.

Sedangkan untuk Klaster B, juara pertama dimenangkan Kelurahan Pacarejo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Selanjutnya, juara kedua diraih Desa Kerantai, Kepulauan Bangka Belitung, dan juara ketiga Provinsi Banten dengan Kampung KB Salagung.

Sementara di Klaster C, juara pertama diraih Elai Sejahtera, Kalimantan Timur. Disusul juara kedua Kampung KB Kelurahan Wainitu, Maluku, dan juara ketiga Kampung KB Desa Jelu Air, Kalimantan Barat.

“Melalui inovasi Kelas Ayah Siaga Darurat (Ayah Siap Antar, Jaga Dunia Akhirat), Desa Mambalan keluar sebagai juara pertama tingkat nasional,” ujar Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB, Dr. H. Lalu Makripuddin, Senin, 26 Oktober 2026.

Makripuddin menyebut, penghargaan ini menjadi pengakuan atas komitmen Kampung KB Mambalan dalam memperkuat keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak dan pendampingan remaja.

Apresiasi DEKAT diberikan kepada desa atau kelurahan yang secara konsisten mengedukasi para ayah dan calon ayah terkait pola asuh hingga pendampingan remaja.

Makrip mengapresiasi Kepala Desa Mambalan, Sayid Abdollah Alkaff dan Sekretaris Desa Mambalan yang juga Ketua Pokja Kampung KB Mambalan, Lalu Ahyar Rasyidi, S.Pd.

“Ini merupakan prestasi kebanggaan bagi Provinsi Nusa Tenggara Barat. Capaian ini menunjukkan bahwa inovasi dan komitmen di tingkat kampung mampu memberikan kontribusi nyata dalam menyukseskan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI),” tegasnya.

Melalui inovasi Kelas Ayah Siaga Darurat (Ayah Siap Antar, Jaga Dunia Akhirat), lanjut Makrip, Kampung KB Mambalan telah menghadirkan praktik baik dalam memperkuat peran ayah dalam pengasuhan.

“Kami berharap prestasi ini menjadi inspirasi bagi Kampung KB lain di NTB untuk terus berinovasi dan memperkuat pembangunan keluarga berkualitas di seluruh NTB,” tandasnya.

Kampung KB Mambalan merupakan perwakilan Provinsi NTB dalam ajang Apresiasi GATI 2026 di Klaster A. Klaster ini terdiri dari kelompok provinsi dengan target GATI tinggi.

Capaian ini menegaskan pentingnya peran Kampung KB sebagai ruang kolaborasi masyarakat dalam memperkuat ketahanan keluarga dan mendorong keterlibatan ayah dalam proses tumbuh kembang anak.

Rencananya, penghargaan bagi para pemenang Apresiasi GATI 2026 dijadwalkan diserahkan oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd., pada 3 November 2026 dalam kegiatan GENTING Collaboration Summit di Jakarta.

Sementara itu, Kepala Desa Mambalan, Sayid Abdollah Alkaff menjelaskan, dalam lima tahun terakhir, Desa Mambalan memang memberikan porsi perhatian lebih terhadap program yang bermitra dengan BKKBN NTB. Mulai dari program ibu hamil, balita, program Ayah Siaga (Siap Antar Jaga) hingga program lansia.

“Untuk program lansia, sebelumnya Desa Mambalan dengan sekolah lansianya sempat mendapat penghargaan terbaik tingkat NTB,” ujar Apink, sapaan akrab Kades Mambalan.

Menurutnya, kerja keras para kader, aparatur desa, dan pendamping desa kini membuahkan hasil.

“Program Ayah Siap Antar Jaga Dunia Akhirat (Ayah Siaga Darurat) ini lahir dari ketulusan hati bersama yang disusun Sekdes Mambalan selaku Pokja KB. Lalu Ahyar Rasyidi ini mendapat perhatian serius. Baik dari pemerintah provinsi maupun para juri tingkat pusat yang datang langsung ke Desa Mambalan belum lama ini,” ungkap Apink.

Program inovasi Ayah Siaga Darurat yang dicanangkan Desa Mambalan ini berfokus pada peningkatan peran seorang ayah dalam keluarga. Mulai dari saat anak masih dalam kandungan hingga memasuki usia remaja.

Apink menuturkan, program ini dikemas dalam bentuk Kelas Ayah Siaga Darurat. Tujuannya meningkatkan kesadaran, peran aktif, dan keterlibatan para suami atau ayah dalam menghadapi situasi darurat keluarga, seperti masa kehamilan, persalinan, pencegahan stunting, serta perlindungan kesehatan ibu dan anak.

“Program ini lahir dari keresahan kita akan perubahan zaman yang begitu cepat. Terutama terkait perkembangan media sosial. Dengan lebih dekatnya ayah dengan anak diharapkan mampu mencegah anak terlibat narkoba dan judi online yang saat ini kian marak,” bebernya.

Selain meningkatkan peran ayah dalam keluarga, kata Apink, program ini melibatkan peran tokoh agama dan tokoh masyarakat.

“Salah satu inovasi kami dalam menyosialisasikan program ini adalah dengan menggelar kelas Saor Singgih atau kelas belajar bahasa Sasak halus khas Desa Mambalan dengan materi Gerakan Ayah Siaga Dunia Akhirat,” tandasnya. (*)

Artikel Terkait