Minim Pendaftar, Seleksi Dewan Pengawas Perumda Barinas Diperpanjang
Sumbawa Barat (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa Barat resmi memperpanjang masa pendaftaran seleksi calon anggota Dewan Pengawas Perumda Bariri Aneka Usaha. Langkah ini guna untuk memperluas kesempatan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas kompetisi.
Keputusan ini menyusul pendaftaran gelombang pertama pada 8–19 Juni 2026 yang tergolong minim peminat. Oleh karena itu, Panitia Seleksi (Pansel) memperpanjang pendaftaran mulai 7 hingga 23 Oktober 2026.
Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda KSB, Syamsul Hidayat, S.Pi., M.Si., mengungkapkan bahwa sudah ada empat pelamar yang menyerahkan berkas hingga pertengahan masa perpanjangan ini.
“Masa pendaftaran kami perpanjang sampai 23 Oktober. Saat ini sudah ada empat orang yang mendaftar, salah satunya perempuan. Makin banyak yang ikut, iklim kompetisinya makin bagus untuk mendapatkan figur kompeten,” ujar Syamsul, Kamis, 15 Oktober 2026.
Syamsul menegaskan, pihaknya mengumumkan syarat kualifikasi pendidikan, rentang usia 35–60 tahun, hingga rekam jejak kerja secara terbuka. Tim seleksi memutus gugur peserta yang tidak memenuhi kriteria sejak tahap verifikasi berkas.
Tahapan Seleksi Transparan dan Terukur
Berdasarkan dokumen resmi Ketua Pansel, drh. Hairul, M.M., seleksi akan berlangsung secara transparan dan terukur. Peserta wajib mengikuti seleksi administrasi serta Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK).
Tahap UKK dilaksanakan menggunakan metode Computer Assisted Test (CAT) yang difasilitasi oleh tim asesor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTB. Tes ini mencakup penilaian kecerdasan, kepribadian, sikap kerja, manajerial, hingga sosial kultural.
Selain tes CAT, Pemkab Sumbawa Barat juga menyiapkan seleksi lanjutan berupa penelusuran rekam jejak, presentasi makalah, dan wawancara.
Dari seluruh tahapan tersebut, Pansel akan menyaring tiga kandidat terbaik untuk diserahkan kepada Bupati Sumbawa Barat. Penetapan resmi Dewan Pengawas berlangsung pada 7 Desember mendatang.
Libatkan Unsur Independen demi Netralitas
Demi menjaga netralitas, Pansel melibatkan pihak independen dari luar instansi Pemkab. Unsur tersebut meliputi Biro Ekonomi Pembangunan Setda Provinsi NTB serta akademisi Universitas Mataram (Unram).
Sementara dari pihak internal, seleksi diperkuat oleh Sekda KSB selaku Ketua Pansel dan Asisten Administrasi Pembangunan.
“Pansel terdiri dari dua orang internal dan tiga dari luar, yakni akademisi FEB dan Fakultas Peternakan Unram, serta Biro Ekonomi Provinsi. Keberagaman latar belakang ini menjamin calon yang terpilih adalah yang terbaik,” tegas Syamsul.
Ia menambahkan, pengisian posisi dewan pengawas sangat krusial untuk melengkapi struktur perusahaan. Dewan Pengawas akan menjadi mitra strategis direksi dalam mengarahkan bisnis, menjalankan fungsi kontrol, serta menyukseskan program prioritas daerah. (*)




