Kota MataramPemerintahan

Cegah Jeratan Judol, Warga Mandalika Dapat Edukasi Literasi Keuangan

Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, terus mendorong masyarakat meningkatkan literasi keuangan. Upaya ini menjadi langkah untuk mencegah warga terjerat judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) ilegal.

Lurah Mandalika, Lalu Heru Nuryadin menilai, edukasi keuangan sangat penting untuk menjaga ketahanan ekonomi keluarga. Menurutnya, judol tidak hanya menguras penghasilan, tetapi juga dapat memicu persoalan ekonomi dan mengganggu keharmonisan rumah tangga.

“Judi online ini sangat berbahaya dan merusak masa depan keluarga. Bahkan, sudah banyak warga yang akhirnya kehilangan bantuan sosial (bansos) karena ketahuan terjerat dan bermain judi online,” ujar Heru, Rabu, 23 September 2026.

IKLAN

Heru menjelaskan, pemerintah menyalurkan bantuan sosial (bansos) untuk membantu masyarakat kurang mampu memenuhi kebutuhan dasar keluarga.

Karena itu, ia mengingatkan warga agar menggunakan bantuan sesuai kebutuhan dan tidak mengarahkannya untuk aktivitas seperti judi online.

Kelurahan Mandalika pun mengapresiasi langkah TP PKK Provinsi NTB bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTB yang menggelar Sosialisasi dan Literasi Keuangan. Kegiatan tersebut berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat.

IKLAN

Sebanyak 100 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, hingga anggota Karang Taruna.

Edukasi tersebut membahas bahaya judol, konsekuensi hukum, serta cara mengelola keuangan keluarga secara sehat. Materi juga mendorong masyarakat agar lebih cermat saat menggunakan layanan keuangan digital.

Heru berharap, edukasi tersebut mampu meningkatkan kewaspadaan warga saat memanfaatkan teknologi. Ia juga meminta masyarakat tidak mudah tergiur tawaran keuntungan cepat melalui judi maupun pinjol ilegal.

“Kami berpesan kepada seluruh masyarakat agar saling mengawasi lingkungan sekitar. Mari kita jaga ketahanan keluarga melalui literasi keuangan yang baik. Jauhi segala bentuk perjudian demi masa depan anak-anak dan keluarga kita,” pungkasnya. (*)

Artikel Terkait