NTB

BMKG Ungkap Pemicu Udara Lombok Makin Panas Belakangan ini

Mataram (NTBSatu) – Cuaca panas terasa makin menyengat di sejumlah wilayah Lombok dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini tidak hanya muncul akibat musim kemarau.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut, sejumlah faktor turut meningkatkan suhu udara di NTB.

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG NTB, Nuga Putrantijo menjelaskan, musim kemarau menjadi faktor pertama peningkatan suhu udara di Lombok. Faktor berikutnya yakni fenomena iklim yang membuat wilayah NTB mengalami kondisi lebih kering.

IKLAN

“Memang itu terjadi karena pertama kita lagi di musim kemarau,” kata Nuga kepada NTBSatu, Rabu, 7 Oktober 2026.

Menurut Nuga, fenomena El Niño turut meningkatkan kondisi kering di NTB. Kondisi tersebut membuat wilayah NTB berpotensi merasakan panas yang lebih kuat.

“Ini adalah fenomena El Nino yang harus kita waspadai, kita lebih kering jadinya,” ujarnya.

IKLAN

Posisi Matahari Ikut Pengaruhi Suhu

Nuga menyebut, posisi matahari juga turut memengaruhi kondisi panas saat ini. Matahari saat ini bergerak menuju posisi yang lebih selatan dari khatulistiwa.

NTB berada di selatan garis khatulistiwa. Karena itu, posisi matahari yang mendekati wilayah NTB dapat meningkatkan paparan panas. “Kalau matahari mendekati kita ya lebih panas jadinya,” jelas Nuga.

Namun, Nuga menegaskan matahari tidak berada tepat di atas wilayah NTB. Tapi, kondisi tersebut tetap membuat intensitas panas terasa lebih kuat dalam periode tertentu.

Kondisi atmosfer NTB masih memiliki uap air yang membantu meredam sebagian intensitas matahari. Uap air tersebut berada di awan yang masih terbentuk di sejumlah wilayah.

“Nah kita masih tertolong dengan masih adanya uap air di awan,” katanya.

Menurut Nuga, keberadaan awan membantu mengurangi paparan langsung radiasi matahari. Kondisi itu membuat panas belum mencapai tingkat yang lebih ekstrem.

Namun, kondisi kering akibat El Niño tetap perlu masyarakat waspadai. Nuga bahkan memperkirakan suhu dapat terasa lebih panas dalam perkembangan berikutnya.

“Panasnya akan lebih panas nanti,” ujarnya.

BMKG mencatat, wilayah dataran rendah dan pesisir cenderung merasakan panas lebih kuat pada siang hari. Mataram, Lombok Barat, dan Lombok Tengah termasuk wilayah dengan kondisi tersebut.

Suhu siang di kawasan dataran rendah berada sekitar 31 hingga 33 derajat Celsius. Kelembapan yang cukup tinggi juga dapat membuat udara terasa lebih gerah.

BMKG Ingatkan Warga Kurangi Paparan Matahari

Nuga mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas langsung di bawah matahari pada siang hari. Masyarakat sebaiknya menunda aktivitas luar ruangan jika tidak memiliki kebutuhan mendesak. Paparan matahari langsung dapat meningkatkan risiko iritasi pada kulit.

“Kami menghimbau untuk menghindari paparan langsung sinar matahari di waktu siang hari,” katanya.

Nuga juga meminta masyarakat memperbanyak konsumsi air selama cuaca panas. Masyarakat dapat menggunakan penyejuk ruangan ketika kondisi suhu meningkat. (*)

Khazani Darunnafis

Khazani atau Zani adalah Jurnalis NTBSatu yang fokus menulis di isu Daerah Lombok Barat, Politik, Kebencanaan dan Human Interest. Ia merupakan lulusan Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Mataram dengan Konsentrasi Jurnalistik.

Artikel Terkait