Advertorial

Ratusan KK Tetebatu Terima Bantuan Desa Berdaya Transformatif

Lombok Timur (NTBSatu) – Sekitar 346 kepala keluarga (KK) di Desa Tetebatu, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), menerima bantuan Rp7 juta per keluarga melalui program Desa Berdaya.

Kepala Desa Tetebatu, Sabli mengatakan,pemerintah desa berperan memastikan penerima bantuan memenuhi persyaratan. Sementara itu, teknis pencairan dan penggunaan dana berada di luar kewenangan pemerintah desa.

“Batas hak dan kewenangan kepala desa adalah memastikan bahwa yang menerima bantuan itu memang betul-betul memenuhi persyaratan,” kata Sabli, Minggu, 25 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, pemerintah desa lebih berfokus pada pendataan dan memastikan bantuan tepat sasaran. Sementara itu, pelaksanaan teknis program, termasuk mekanisme pencairan dan penggunaan dana, mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan dalam program Desa Berdaya.

“Untuk teknis penggunaan dan pencairan dana, kami mendapat informasi dari teman-teman pendamping,” ujarnya.

Sasar Keluarga Miskin Ekstrem

Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB juga mendorong pemberdayaan ekonomi melalui program Desa Berdaya Transformatif. Program ini menyasar langsung keluarga miskin ekstrem melalui pendampingan dan pengembangan usaha produktif.

Dalam skema tersebut, satu orang pendamping bertugas mendampingi 50 kepala keluarga (KK) miskin ekstrem. Pendamping mengidentifikasi potensi dan kemampuan setiap keluarga untuk menentukan jenis usaha yang sesuai.

Pemerintah kemudian memberikan bantuan modal dan peralatan usaha agar keluarga penerima manfaat dapat mengembangkan kegiatan ekonomi produktif. Pendamping juga terus mengawal perkembangan usaha agar bantuan tidak berhenti pada pemberian modal.

“Jadi bukan seperti Sinterklas, kita kasih duit terus selesai. Kita berikan modal untuk membeli peralatan usaha, kemudian kita dampingi. Karena tidak semua orang berbakat berbisnis langsung sukses,” jelas Nelly, Jumat, 30 Oktober 2026.

Melalui pendekatan transformatif tersebut, Pemprov NTB menargetkan intervensi terhadap 7.250 KK pada 2026.

Pemprov NTB berharap kedua pendekatan Desa Berdaya mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus mendorong keluarga miskin ekstrem keluar dari kondisi kemiskinan.


Nelly juga meminta setiap desa menjalankan kegiatan sesuai proposal dan rencana bisnis yang telah diajukan. Ia berharap desa segera merealisasikan program agar masyarakat dapat merasakan manfaat bantuan sekaligus menggerakkan perekonomian setempat.

“Segera membelanjakan, memproduksi, membuat apa yang memang sudah masuk di dalam rencana bisnis yang sudah diajukan di dalam proposalnya,” imbau Nelly.

Pemprov NTB memastikan pelaksanaan program Desa Berdaya tetap mengacu pada rencana kegiatan dan kebutuhan masing-masing desa penerima bantuan. (*)

Artikel Terkait