Advertorial

Desa Berdaya Masbagik Utara Baru Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat

Lombok Timur (NTBSatu) – Pemerintah Desa Masbagik Utara Baru, Kecamatan Masbagik, Lombok Timur, mengembangkan budidaya ikan air tawar untuk memperkuat ekonomi masyarakat melalui Program Desa Berdaya.

Kepala Desa Masbagik Utara Baru, Khaerul Ihsan mengatakan, pemerintah desa memanfaatkan bantuan Rp300 juta untuk membeli 20 ribu bibit ikan nila. Pengembangan tersebut juga mencakup pembangunan dua kolam tambahan untuk budidaya lele dan bawal.

“Kami ingin menjadikan budidaya ikan ini sebagai usaha produktif yang bisa terus menghasilkan pendapatan bagi desa,” ujar Khaerul, beberapa waktu lalu.

BUMDes sebelumnya telah tiga kali memanen ikan nila dengan total produksi sekitar lima hingga enam ton. Ke depan, desa juga berharap dapat memasok kebutuhan ikan untuk dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kalau produksinya semakin banyak, tentu omzet dan pendapatannya juga akan meningkat,” ujar Khaerul.

Pengembangan ekonomi melalui usaha produktif menjadi salah satu pendekatan Pemprov NTB dalam menjalankan Program Desa Berdaya.

Terpisah, Kepala Bappeda NTB, Baiq Nelly Yuniarti mengatakan, pemerintah tidak hanya memberikan bantuan keuangan kepada desa. Program tersebut juga menyasar langsung keluarga miskin ekstrem melalui pendekatan transformatif.

Dalam skema ini, pemerintah menugaskan satu pendamping untuk menangani 50 kepala keluarga (KK) miskin ekstrem. Pendamping mengidentifikasi kemampuan dan potensi setiap keluarga sebelum menentukan jenis usaha yang sesuai.

Pemerintah kemudian memberikan modal dan peralatan usaha. Pendamping juga terus mengawal perkembangan usaha penerima manfaat.

“Jadi bukan seperti Sinterklas, kita kasih duit terus selesai. Kita berikan modal untuk membeli peralatan usaha, kemudian kita dampingi. Karena tidak semua orang berbakat berbisnis langsung sukses,” jelas Nelly, Jumat, 30 Oktober 2026.

Pemprov NTB menargetkan 7.250 KK miskin ekstrem mendapat intervensi melalui pendekatan transformatif pada 2026.

Sementara itu, melalui pendekatan tematik, pemerintah mengintervensi 40 dari total 106 desa yang memiliki kantong kemiskinan ekstrem di NTB.

Nelly berharap kedua pendekatan tersebut mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus membantu keluarga miskin ekstrem keluar dari kemiskinan. (*)

Artikel Terkait