2 Fakultas Sepi Peminat, Universitas Mataram Dikritik Guru Besarnya Sendiri
Mataram (NTB Satu) – Universitas Mataram (Unram) sedang ramai dibicarakan akibat penyataan yang disampaikan salah satu Guru Besarnya, Prof. Zainal Asikin. Melalui laman facebook pribadinya, Senin, 17 April 2023, Asikin menyampaikan, bahwa terdapat fakultas di Unram yang kurang peminatnya.
“Fakultas yang tidak laku di Unram, ada fakultas yang kurang peminatnya alias kurang laku. Antara lain Fakultas Peternakan (Faterna) dan Fakultas Teknologi Pangan (Fatepa),” tulis Asikin.
Asikin menjelaskan, kedua fakultas tersebut memiliki dana kurang lebih Rp2 miliar dalam setahun.
“Dana tersebut tidak akan cukup untuk membiayai proses belajar mengajar. Sehingga keduanya sering mendapat subsidi dari fakultas lain yang uangnya banyak. Misalnya dari Fakultas Ekonomi dan Fakultas Hukum,” jelasnya.
Dengan dana yang kurang dan peminatnya juga kurang, Asikin pun mempertanyakan alasan kedua fakultas tersebut tidak ditutup atau dibubarkan.
“Masalahnya, kalau sudah sepi peminat, kenapa tidak dibubarkan saja fakultasnya. Sehingga bisa gabung dengan program studi lain, ketimbang menjadi benalu,” terang Asikin.
Asikin menambahkan, tidak dibubarkannya fakultas yang sepi peminat ini juga menjadi penghambat Unram untuk membuka fakultas-fakultas baru yang ramai peminat.
“Misalnya, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unram tidak bisa menjadi fakultas karena terganjal oleh fakultas sepi peminat. Unram baru bisa membuat fakultas baru, jika jumlah fakultas yang lama dikurangi. Sehingga fakultas baru menggantikan yang lama,” tambahnya.
Namun, fakultas baru ini tidak kunjung terwujud, kata Asikin, sebab fakultas yang tidak laku tersebut tidak tahu diri.
“Masalahnya fakultas yang sepi peminat ini tidak tahu diri. Sudah sepi peminat, lalu bersikeras bertahan sehingga menutup lahirnya fakuktas baru yang lebih diminati,” tutupnya.
Tidak lama berselang, tulisan Prof. Zainal Asikin ini menjadi ramai dan menimbulkan pro kontra. Ada yang berkomentar bahwa tulisan tersebut tidak etis dan bahkan menyebut tendensius dan subjektif.
Salah satunya, akun dengan nama Yusuf Ahyar Sutaryono. Ia menyayangkan persoalan internal harus diungkap ke publik tanpa dilengkapi informasi yang valid.
“Saya kira pendapat Prof Asikin ini sangat subjektif dan tendensius menyudutkan fakultas tertentu. Sebagai Guru Besar Unram, saya kira isu yang sifatnya internal dan belum tentu benar. Lalu dipublikasi di media soial secara terbuka, tidak mencerminkan seorang Guru Besar yang bijak,” tulis Yusuf. (JEF)
Lihat juga:
- Museum NTB Sambut Keberadaan Dinas Kebudayaan, Ahmad Nuralam: Arah Kelembagaan Kian Jelas
- Pemkot Bima Tunda “Clean and Clear” Lahan Kolam Retensi Amahami Usai Disengketakan
- Anggaran Satpol PP Mataram Berantas Rokok Ilegal Dipangkas
- 2.942 PPPK Paruh Waktu Pemkab Sumbawa Terima Gaji 13 dan 14
- Tiga Bulan Tanpa Sekolah, Siswi SDN 2 Ntonggu Bima Menangis Mohon Bantuan Bupati
- Bupati Lotim Beri Hadiah Umrah Gratis Dua Pegawai Bapenda Setelah PAD Capai 99 Persen



