Ekonomi Bisnis

PT Intam Emiten dari Prajogo Pangestu Masuk Tahap Operasi Produksi Tambang Emas di Sumbawa

Mataram (NTBSatu) – PT Intam, salah satu perusahaan tambang emas yang terafiliasi dengan konglomerat nasional Prajogo Pangestu, akan mengelola pertambangan yang ada di Sumbawa, NTB.

PT Intam merupakan bagian dari lini usaha dalam grup PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN). Merupakan salah satu perusahaan di bawah ekosistem bisnis Prajogo.

PT Intam merupakan perusahaan yang bergerak di bidang eksplorasi dan pengembangan tambang emas. Perusahaan ini akan mengelola pertambangan yang ada di Kabupaten Sumbawa.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi NTB, Samsudin menyampaikan, PT Intam sudah mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP) dengan nomor Surat Keputusan (SK): 503/02/IUP-OP/2015.

“Luas wilayah konsesi seluas 18.500 hektare untuk komoditas emas,” kata Samsudin kepada NTBSatu belum lama ini.

Mantan Sekretaris Dinas LHK Provinsi NTB ini menyebutkan, wilayah izin pertambangan tersebut berada Kecamatan Lantung, Ropang, dan Lenangguar, Kabupaten Sumbawa. Tercatat berlaku hingga 21 Oktober 2035. dan komoditas emas

“Izin PT Intam saat ini berada pada tahap operasi produksi,” ujarnya.

Terpisah, Sekretaris Dinas ESDM NTB, Niken Arumdati menyampaikan, meski sudah mengantongi izin operasi produksi, belum diketahui kegiatan maupun hasil produksi dari perusahaan yang terafiliasi dengan salah satu orang terkaya di Indonesia itu.

“Sesuai data dalam minerba one, PT Intam sudah pada tahap OP (Operasi Produksi), namun karena kewenangan mineral logam di pemerintah pusat, Pemda NTB belum mendapat laporan kegiaatan maupun hasil produksi yang disampaikan PT Intam,” jelas Niken kepada NTBSatu, Rabu, 21 Oktober 2026.

Sebagai informasi, mengutip CNBC Indonesia PT Intam sudah menyelesaikan kegiatan eksplorasi mineral emas di Prospek Lebin, Ledang, Batururu, dan Batururu Utara. Total biaya yang dikeluarkan Rp6,68 miliar.

Dalam pelaksanaannya, PT Intam menggandeng PT Geo Inti Sinergy untuk pengeboran inti, PT Rifaya Geo Teknologi untuk pemetaan topografi menggunakan drone lidar, serta PT Unitest Presisi Indonesia untuk kajian rona awal lingkungan. Rona lingkungan meliputi kondisi air, tanah, udara, flora, fauna, serta sosial budaya sebelum aktivitas eksplorasi berlangsung. (*)

Muhammad Yamin

Jurnalis NTBSatu

Artikel Terkait