NTB Masuk Daftar Potensi Tambang Senilai Rp5.400 Triliun, Blok Elang dan Onto Jadi Sorotan
Mataram (NTBSatu) – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, ungkap lima lokasi konsesi pertambangan dengan nilai cadangan mencapai Rp5.400 triliun.
Ia menyebutkan, area pertambangan raksasa itu tersebar di Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga Papua. Dengan komoditas tembaga dan emas.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB, Samsudin menyampaikan, sejauh ini pihaknya belum menerima informasi resmi dari Kementerian ESDM terkait lokasi tambang tersebut.
“Detailnya harus konfirmasi ke Ditjen Mineral Kementerian ESDM,” katanya kepada NTBSatu, Sabtu, 24 Oktober 2026.
Namun, lanjut dia, jika dilihat dari potensi hasil dari Feasibility Study (FS) atau studi kelayakan, blok Elang di Sumbawa masuk kategori. Wilayah tambang ini dikelola PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). Merupakan anak perusahaan Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMAN).
Selain itu, blok Onto di Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, juga masuk kategori. Wilayah ini dikelola PT Sumbawa Timur Mining (STM). Saat ini masih dalam tahap eksplorasi menuju operasi produksi.
Terpisah, Sekretaris Dinas ESDM NTB, Niken Arumdati menjelaskan, PT AMMAN telah mengumumkan peningkatan cadangan bijih di blok Elang, Kabupaten Sumbawa, pada Maret 2025 lalu. Perkiraannya sekitar 2,5 billion tonnes atau 2,5 miliar ton.
“Jika petunjuknya adalah cadangan yang sudah dikaji dan menunggu pengembangan, Elang cukup sesuai,” ujarnya.
Selain itu, blok Onto di Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu juga memiliki deposit tembaga dan emas kelas dunia. Tidak kalah dengan yang dikelola PT AMNT di Sumbawa. Adapun estimasi sumber daya di blok Onto sekitar 2,1 miliar ton bijih.
“Besarnya deposit menjadikannya kandidat masuk akal,” katanya.
Namun ia menegaskan, lokasi-lokasi tersebut hanya perkiraan berdasarkan data potensi cadangan sumber daya dari dua lokasi tersebut.
“Ini masih analisis, belum konfirmasi resmi (Kementerian ESM),” ujar Niken kepada NTBSatu.
Sebagai informasi, dalam laporan keberlanjutan PT AMMAN 2025, pembangunan tambang Elang dijadwalkan dimulai pada tanun 2026, dengan produksi bijih awal pada tahun 2031. Saat ini, perusahaan tersebut telah menyelesaikan FS. Sebagai tindak lanjut hasil FS tersebut, tambang Elang sedang menjalani revisi dan studi optimisasi.
Di blok Elang, PT AMMAN akan mengeksplorasi area seluas 5.972 hektare. Dengan cdangan bijih sekitar 2,5 miliar ton. (*)




