Lombok Timur

Beras Naik di 116 Daerah, Harga di Lombok Timur Masih di Bawah HET

Lombok Timur (NTBSatu) – Harga beras di 116 kabupaten/kota di Indonesia masih mengalami kenaikan hingga minggu pertama Oktober 2026. Namun, harga beras premium di Kabupaten Lombok Timur, NTB, masih berada di bawah harga eceran tertinggi (HET), yakni Rp14.900 per kilogram.

Kepala Dinas Perdagangan Lombok Timur, Hadi Fathurrahman mengatakan, harga beras premium di sejumlah pasar pantauan mencapai Rp14.500 per kilogram. Harga tersebut masih Rp400 di bawah HET.

“Untuk Lombok Timur masih landai. Memang ada kenaikan, tetapi masih di titik aman, di bawah HET,” kata Hadi, Jumat, 9 Oktober 2026.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan harga beras berbagai kualitas di 116 kabupaten/kota hingga minggu pertama Oktober 2026.

Mengutip laporan ANTARA, BPS mencatat harga beras premium secara nasional naik 0,13 persen menjadi rata-rata Rp16.525 per kilogram. Sementara itu, harga beras medium meningkat 0,16 persen menjadi Rp14.676 per kilogram.

Kondisi tersebut menunjukkan tekanan harga beras masih terjadi di berbagai daerah. Meski demikian, harga beras premium di Lombok Timur masih berada di bawah batas tertinggi yang pemerintah tetapkan.

Hadi menilai, kenaikan harga beras juga berkaitan dengan kondisi pasar nasional dan pola permintaan menjelang akhir tahun.

“Saya pikir kondisi ini bisa berlanjut karena secara nasional memang seperti itu. Fenomena akhir tahun biasanya memengaruhi perilaku pasar,” ujarnya.

Gencarkan Pasar Murah

Meski harga beras premium di Lombok Timur masih di bawah HET, Dinas Perdagangan bersama Perum Bulog tetap mengantisipasi kemungkinan kenaikan harga melalui operasi pasar murah.

Hadi mengatakan, pemerintah daerah bersama Bulog mulai menggelar pasar murah pada sejumlah titik untuk menjaga keterjangkauan harga bahan pokok bagi masyarakat.

“Kami bersama Bulog terus mengantisipasi. Bahan pokok ini harus terus kami pantau dan cermati agar harganya tetap terkendali,” katanya.

Dalam program pasar murah tersebut, Bulog menyediakan beras medium Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) seharga Rp11.600 per kilogram atau Rp58.000 per zak.

Pimpinan Cabang Bulog Lombok Timur, Dindy Wida Pusparanti, memastikan stok beras medium di wilayah tersebut sangat mencukupi.

“Stok beras medium sangat tercukupi. Penyalurannya mengikuti waktu dan jumlah sesuai penugasan Badan Pangan Nasional, termasuk melalui program SPHP dan Gerakan Pangan Murah,” jelas Dindy.

Berdasarkan jadwal Bulog, pasar murah berlangsung di empat lokasi selama Oktober 2026. Kegiatan pertama dijadwalkan di Kantor Desa Jurit, Kecamatan Pringgasela, pada Jumat, 9 Oktober 2026.

Selanjutnya, Bulog menjadwalkan pasar murah di Kantor Desa Sikur, Kecamatan Sikur, pada Senin, 12 Oktober 2026. Kegiatan berlanjut di Kantor Desa Setanggor Selatan, Kecamatan Sukamulia, pada Senin, 19 Oktober 2026, dan Pondok Pesantren Wahidiah, Kecamatan Selong, pada Senin, 26 Oktober 2026.

Seluruh kegiatan dijadwalkan mulai pukul 09.00 Wita hingga selesai. Bulog juga mengingatkan bahwa jadwal tersebut dapat berubah sewaktu-waktu.

Selain itu, dalam operasi pasar murah di Desa Jurit, Dinas Perdagangan bersama Bulog mendistribusikan beras medium sebanyak 500 kilogram, beras premium 100 kilogram, gula pasir 100 kilogram, dan Minyakita sebanyak 100 dus.

Melalui pasar murah dan penyaluran beras SPHP, pemerintah berupaya menjaga ketersediaan pasokan sekaligus membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau di tengah kenaikan harga beras di sejumlah daerah. (*)

Artikel Terkait