Lombok Timur Peringkat Pertama Pekan Genting Regional II
Lombok Timur (NTBSatu) – Kabupaten Lombok Timur meraih peringkat pertama dalam pelaksanaan Pekan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) Regional II. Capaian ini menjadi bentuk apresiasi atas kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat penurunan stunting di daerah.
Wakil Bupati Lombok Timur, Moh. Edwin Hadiwijaya membuka Sarasehan Kemitraan GENTING bersama mitra pentahelix di Selong, Kamis, 22 Oktober 2026. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyerahan sertifikat kepada lembaga orang tua asuh dan penghargaan BKKBN pusat kepada Pemkab Lombok Timur.
Edwin mengapresiasi kerja keras Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan seluruh pihak yang terlibat dalam upaya menekan angka stunting di Lombok Timur.
“Kerja keras Tim Pendamping Keluarga di Lombok Timur sudah cukup berhasil. Ini terlihat dari penurunan prevalensi stunting berdasarkan data e-PPGBM,” ujarnya, Kamis, 22 Oktober 2026.
Berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM), yang dirilis Kominfo Provinsi NTB, prevalensi stunting di Lombok Timur mencapai 22,4 persen pada 2025. Angka tersebut turun menjadi 18,4 persen berdasarkan data Dinas Kesehatan pada Agustus 2026.
Selain capaian di tingkat kabupaten, Desa Sakra Selatan, Kecamatan Sakra, juga masuk tiga besar nominasi desa berkinerja baik tingkat nasional Regional II pada 2026.
Kementerian Desa menilai kinerja desa tersebut, salah satunya, melalui konvergensi percepatan pencegahan dan penurunan stunting.
Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
Edwin menyebut, Baznas Lotim turut mendukung penanganan stunting melalui alokasi Rp16–18 miliar per tahun, untuk keluarga rawan stunting di tiga desa.
“Penurunan stunting ini merupakan kerja gotong royong dan kolaborasi seluruh pihak terkait. Karena itu, kami mengapresiasi kehadiran para mitra yang ikut membantu upaya penurunan stunting di Lombok Timur,” katanya.
Ia juga mendorong penguatan kemitraan pentahelix untuk mendukung berbagai program pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor perlu terus berjalan agar upaya penurunan stunting memberikan hasil yang lebih optimal.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana Lombok Timur, Muksin, melaporkan koordinasi pelaksanaan GENTING bersama Dinas Kesehatan, Bappeda, dan pihak terkait berjalan baik.
Muksin menyebut, prevalensi stunting di Lombok Timur turun empat poin persentase selama periode 2025–2026 berdasarkan data e-PPGBM.
“Ini baru awal mula. Kunci sukses penurunan stunting adalah peran strategis kita bersama,” ujarnya.
Ia berharap, capaian tersebut menjadi pijakan bagi Lombok Timur untuk meningkatkan kinerja penurunan stunting dan memperkuat kolaborasi dengan seluruh mitra.
“Semoga kemajuan-kemajuan ini menjadi langkah awal Lotim menjadi lebih baik dari kabupaten/kota lainnya di NTB,” tutupnya. (*)




