Peresean Koloseum Gerung Disetop, Senggigi Jadi Alternatif Wisatawan MotoGP
Lombok Barat (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat (Lobar) mengalihkan atraksi Peresean wisatawan MotoGP ke kawasan Senggigi. Langkah itu menyusul penghentian sementara kegiatan Peresean di Koloseum Gerung.
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Parekrafpora) Lobar, Agus Gunawan, membenarkan penghentian sementara tersebut. Ia menyebut, kebijakan itu karena acara Peresean di Koloseum Gerung belum ada aturannya.
“Kegiatan di Koloseum untuk sementara sambil menunggu aturan yang baru,” kata Agus kepada NTBSatu, Senin, 5 Oktober 2026.
Namun, Pemkab Lobar tidak membiarkan wisatawan kehilangan pilihan atraksi budaya selama momentum MotoGP. Dinas Parekrafpora Lobar justru menawarkan Senggigi Sunset Show sebagai alternatif hiburan.
Agus mengatakan, pihaknya sejak awal menempatkan Senggigi sebagai lokasi hiburan wisatawan saat momentum MotoGP. Menurutnya, Pemkab Lobar memang menyiapkan agenda Peresean di kawasan tersebut.
“Untuk MotoGP ada Peresean di Senggigi Sunset Show. Dari awal setiap road to MotoGP kami membuat acara di Senggigi,” ujarnya.
Agus menyebut, agenda tersebut menyasar wisatawan nasional dan mancanegara. Terutama wisatawan yang memilih menginap di kawasan Senggigi selama gelaran MotoGP.
“Tujuannya untuk menghibur tamu nasional dan mancanegara yang menginap di Senggigi,” katanya.
Dengan demikian, wisatawan tidak perlu keluar kawasan untuk menikmati atraksi budaya Sasak. Pemkab juga mencoba mempertahankan Senggigi sebagai salah satu pusat aktivitas wisata selama MotoGP.
Sunset Show Jadi Alternatif
Dinas Parekrafpora menjadwalkan Senggigi Sunset Show pekan ke-6 pada 10 Oktober 2026. Menyusul gelaran MotoGP di Sirkuit Mandalika pada 9-11 Oktober 2026. Agenda tersebut berlangsung di kawasan Pasar Seni Senggigi.
Selain Peresean, rangkaian acara menghadirkan sejumlah atraksi seni dan hiburan. Agus secara khusus mengajak wisatawan yang menginap di Senggigi mendatangi acara tersebut.
“Silakan para wisatawan yang menginap di Senggigi. Pemda Lobar membuat acara spesial MotoGP melalui Senggigi Sunset Show,” ujarnya.
Sebelumnya, pengelola perjalanan wisata menyebut wisatawan MotoGP dapat menikmati Peresean di Pura Meru Mayura. Kondisi tersebut menunjukkan persaingan atraksi wisata tidak hanya terjadi antarwilayah. Lombok Barat juga perlu memastikan wisatawan memiliki alasan untuk tetap menikmati kawasan Senggigi.
Senggigi Tak Cuma Jadi Tempat Menginap
Senggigi Sunset Show sebelumnya mendapat respons positif dari pelaku usaha setempat. Event mingguan tersebut menghadirkan seni tradisional, musik, kuliner, dan aktivitas ekonomi kreatif.
Pedagang UMKM juga mengaku merasakan peningkatan aktivitas dagang saat acara berlangsung. Pemilik Lotus Bayview, Marcelino, sebelumnya menilai event rutin penting untuk menghidupkan kembali Senggigi.
“Event di Senggigi sangatlah penting, karena kita butuh aktivitas,” ujar Marcelino beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Pemkab Lobar memiliki peluang memperkuat posisi Senggigi melalui agenda tersebut. MotoGP mendatangkan wisatawan dengan kebutuhan hiburan yang beragam.
Karena itu, pemerintah perlu memastikan kawasan wisata memiliki aktivitas yang mudah diakses wisatawan. (*)




