PemerintahanSumbawa Barat

KSB Siapkan Tenaga Teknis Pengawal E-Voting Pilkades Serentak

Sumbawa Barat (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa Barat menyiapkan 27 tenaga teknis untuk mengawal pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak berbasis digital. Tim khusus ini menjalani pelatihan dan sertifikasi sebelum menerjunkan personel ke masyarakat. 

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) KSB, H. Abdul Hamid, merinci jadwal pelatihan berlangsung pada 6 hingga 8 Oktober 2026. Pelatihan ini menjadi tahapan krusial sebelum masyarakat menggunakan perangkat e-voting.  

“Hari pertama untuk Tenaga Teknis Utama (TTU), hari kedua Tenaga Teknis Lapangan (TTL), kemudian hari ketiga sertifikasi,” ujar Abdul Hamid, Senin, 5 Oktober 2026.  

IKLAN

Sebab, sebanyak enam personel TTU menerima pembekalan mendalam pada hari pertama pelatihan. Selanjutnya, 21 personel TTL mengikuti bimbingan pada hari kedua sesuai jumlah desa penyelenggara Pilkades.  

“Jumlah TTL tersebut disesuaikan dengan jumlah desa yang akan melaksanakan Pilkades, artinya satu desa disiapkan satu tenaga teknis,” ujar Hamid.  

Sasar Simulasi Desa dan Distribusi Alat

Oleh sebab itu, panitia melanjutkan tahapan sosialisasi serta simulasi pemungutan suara pada 12 hingga 15 Oktober 2026. Para tenaga teknis terlatih bakal memandu masyarakat mempraktikkan penggunaan alat secara langsung.  

IKLAN

Kadis DPMD KSB menekankan bahwa masyarakat perlu melihat dan mencoba proses pencoblosan elektronik secara mandiri. Pihaknya menggandeng PT Intens selaku penyedia untuk mendistribusikan perangkat ke desa-desa.  

“Karena langsung simulasi menggunakan perangkat yang disiapkan PT Intens, sosialisasinya akan lebih mudah,” tambahnya.

Selanjutnya, serangkaian pelatihan, sertifikasi, hingga simulasi ini menjadi bagian penutup dari persiapan teknis daerah. Pemerintah daerah memastikan seluruh tahapan ini tuntas sebelum hari pemungutan suara 25 Oktober 2026.  

Dengan kehadiran satu tenaga teknis di setiap desa sanggup mempercepat penanganan kendala sistem di bilik suara. Warga desa dapat menguji langsung keandalan mesin pemilihan selama masa simulasi berlangsung.  

Meskipun demikian, panitia pengawas tetap mengawal ketat seluruh kelengkapan alat agar proses pemungutan suara berjalan lancar. Daerah menjamin kesiapan teknis personel untuk mengawal aspirasi masyarakat.  

“Jadi ini tahapan terakhir persiapan jelang pemungutan suara 25 Oktober mendatang,” pungkas Hamid. (*)

Artikel Terkait