Remaja 14 Tahun Terseret Arus di Pantai Komalasari, Tim SAR Kerahkan “Aqua Eye”
Mataram (NTBSatu) – Tim SAR gabungan memperluas radius penyisiran untuk mencari Akbar (14), remaja asal Desa Kerumut yang terseret arus saat berenang di Pantai Komalasari, Desa Pohgading, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur pada Minggu, 4 Oktober 2026.
Koordinator Pos SAR Kayangan, M. Darwis, mengatakan fokus utama saat ini untuk memperluas area penyisiran korban.
“Fokus utama kami hari ini adalah memperluas area penyisiran, baik di permukaan air menggunakan perahu karet dan RIB. Termasuk penyisiran darat di sepanjang garis pantai,” ujarnya pada Senin, 5 Oktober 2026.
Laporan Awal Kejadian
Insiden tersebut bermula ketika korban berenang bersama rekan-rekannya di perairan Pantai Komalasari pada Minggu, 4 Oktober 2026. Saat tengah beraktivitas di laut, arus deras mendadak menyeret tubuh korban hingga tenggelam dan hilang dari pandangan rekan-rekannya.
Melihat kejadian itu, warga setempat sempat bergerak cepat melakukan upaya pertolongan awal di sekitar area tempat kejadian perkara. Namun, karena kondisi arus perairan dan keterbatasan peralatan, upaya warga belum membuahkan hasil.
Masyarakat kemudian melaporkan insiden ini ke Kantor SAR Mataram untuk meminta bantuan operasi pencarian dan pertolongan resmi. Menindaklanjuti laporan yang masuk pada Minggu pagi tersebut, Kantor SAR Mataram langsung memberangkatkan tim rescue dari Pos SAR Kayangan menuju lokasi kejadian untuk memulai operasi SAR.
Pengerahan Peralatan Khusus
Memasuki hari kedua pelaksanaan operasi SAR pada Senin, 5 Oktober 2026, tim gabungan mengintensifkan pencarian dengan mengerahkan sejumlah alat utama (alut) dan fasilitas pendukung dari Pos SAR Kayangan.
Peralatan yang diturunkan meliputi Rigid Inflatable Boat (RIB), perahu karet (rubber boat), truk personel, peralatan selam, perangkat komunikasi, hingga alat pendeteksi bawah air Aqua Eye dan perlengkapan keselamatan air lainnya.
Pencarian hari kedua memfokuskan metode penyisiran perairan di sekitar titik awal kejadian, penyisiran darat di sepanjang garis pesisir pantai, serta penyebaran informasi kepada para nelayan lokal yang sedang beraktivitas di laut.
“Kami juga berkoordinasi erat dengan nelayan setempat agar segera melapor jika melihat tanda-tanda penemuan,” ujarnya.
Operasi SAR ini melibatkan unsur gabungan dari Polairud Polda NTB, Polairud Polres Lombok Timur, Pos AL Selat Alas, Unit SAR Lombok Timur, Polsek Pringgabaya, Damkarmat Lombok Timur, serta masyarakat dan nelayan setempat. Hingga berita ini terbit, tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian di lapangan. (*)




