LingkunganLombok Timur

WALHI NTB Tolak Pengembangan Energi Panas Bumi di Kawasan Rinjani

Lombok Timur (NTBSatu) – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) NTB menolak rencana pengembangan energi panas bumi atau geothermal di kawasan Rinjani, Lombok Timur.

Direktur WALHI NTB, Amri Nuryadin mengatakan, kawasan Rinjani memiliki fungsi penting sebagai penyangga sumber air bagi Pulau Lombok. Karena itu, pengembangan geothermal di kawasan tersebut berpotensi mengganggu ekosistem dan sumber penghidupan masyarakat.

“Kalau di Rinjani, tentunya Rinjani adalah kawasan yang menopang air untuk Pulau Lombok. Selombok itu ditopang airnya oleh Rinjani, oleh kawasan di Rinjani,” kata Amri, Minggu, 4 Oktober 2026.

IKLAN

Menurut Amri, geothermal dapat menimbulkan sejumlah dampak lingkungan. Ia menyoroti potensi pencemaran air, penurunan debit air, hingga penurunan produktivitas pertanian.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena produktivitas pertanian di NTB juga mengalami penurunan. Amri khawatir pengembangan geothermal justru menambah tekanan terhadap sumber daya alam dan kehidupan masyarakat.

“Kami menolak geothermal ini dibangun di Nusa Tenggara Barat, khususnya di kawasan Rinjani karena pasti akan berdampak pada ekosistem ekologinya,” tegasnya.

IKLAN

Amri menyebut, potensi geothermal di NTB terdapat di dua wilayah, yakni Rinjani dan Hu’u, Dompu. Namun, untuk wilayah Rinjani, ia menilai pemerintah perlu mempertimbangkan fungsi ekologis kawasan sebelum mendorong pengembangannya.

Pertanyakan Manfaat Geothermal

Selain persoalan lingkungan, WALHI mempertanyakan arah pemanfaatan energi tersebut. Amri menilai kebutuhan listrik di NTB juga banyak berkaitan dengan perkembangan industri skala besar dan sektor ekstraktif.

“Kalaupun geothermal disebut-sebut sebagai solusi untuk tenaga listrik di NTB, itu tidak untuk masyarakat, tapi untuk dunia investasi skala besar,” ujarnya.

Amri juga mendorong pemerintah mengembangkan sumber energi terbarukan lain yang lebih dekat dengan masyarakat.

Menurutnya, NTB memiliki sejumlah pilihan yang tercantum dalam Rencana Umum Energi Daerah (RUED), tetapi belum pemerintah maksimalkan.

Ia menyebut, biogas, pemanfaatan sampah dan air lindi, tenaga surya, serta tenaga angin sebagai sejumlah alternatif.

“Geothermal ini bukan solusi terhadap energi kita. Kita mendorong pemerintah mengembangkan EBT yang warga kembangkan saat ini, seperti biogas, pengolahan air lindi sampah, tenaga surya, dan tenaga angin,” katanya.

WALHI bersama Aliansi Masyarakat Lingkar Rinjani juga berencana melakukan investigasi lebih lanjut terkait rencana pengembangan geothermal dan luasan kawasan yang berpotensi terdampak. (*)

Artikel Terkait