Bukit Malang Durian, Puncak Baru Lombok Barat yang Diserbu Puluhan Pendaki
Lombok Barat (NTBSatu) – Bukit Malang Durian mulai menjadi tujuan baru bagi pencinta pendakian di Lombok Barat. Wisata alam ini berada di Dusun Longserang Barat Puncak, Desa Persiapan Longserang dan Desa Langko, Kecamatan Lingsar. Pengelola resmi meluncurkan destinasi tersebut pada 16 Agustus 2026 yang lalu.
Sekretaris Pengelola Bukit Malang Durian, Habiburrahman mengatakan, bukit ini memiliki ketinggian 872 meter di atas permukaan laut. Ketinggian tersebut membuat Bukit Malang Durian menjadi bukit tertinggi di Lombok Barat. Menariknya, jumlah kunjungan tidak hanya meningkat saat akhir pekan.
“Dari hari Senin sampai Jumat tetap ramai, apalagi Sabtu dan Minggu parkiran area satu sama duanya full,” kata Habiburrahman kepada NTBSatu, Minggu, 4 Oktober 2026.
Pada hari biasa, pengelola mencatat sekitar 25 hingga 40 sepeda motor pengunjung. Angka tersebut menunjukkan minat pendaki tinggi terhadap destinasi yang relatif baru tersebut.
Trek Landai Jadi Daya Tarik
Habiburrahman menyebut, karakter jalur menjadi salah satu alasan pengunjung menyukai Bukit Malang Durian. Jalur awal menuju pos pertama memiliki karakter relatif landai.
Kondisi tersebut membuat pendaki pemula memiliki ruang untuk beradaptasi. Namun, karakter jalur berubah setelah pendaki melewati pos pertama. Jalur menuju puncak menghadirkan medan yang lebih menantang.
Pendaki tetap bisa menikmati perjalanan karena kawasan tersebut memiliki suasana sejuk. Hutan yang mengelilingi jalur membuat temperatur terasa lebih adem.
Salah satu pendaki, Nazri, merasakan langsung karakter jalur tersebut saat kunjungan pertamanya. Ia menyebut trek pendakian memang landai di awal-awal.
“Ya Jadi ini pertama kali saya ke sini dan memang secara jalurnya itu cukup landai di awal-awal,” kata Nazri kepada NTBSatu, Minggu, 4 Oktober 2026.
Menurutnya, karakter tersebut cukup cocok bagi pendaki pemula. Namun, ia merasakan tantangan lebih besar ketika memasuki jalur atas. Nazri bahkan menilai Bukit Malang Durian sebagai salah satu bukit terbaik di Lombok Barat.
“Cuma beratnya itu pas dia di pos 2 ke atas tapi tetap aman kok,” ujarnya.
Pengelola Butuh Fasilitas Dasar
Di balik meningkatnya kunjungan, pengelola masih menghadapi kebutuhan fasilitas dasar. Habiburrahman mengatakan, pengelola membutuhkan dukungan untuk melengkapi sarana wisata.
Salah satu kebutuhan utama ialah fasilitas toilet bagi pengunjung. Pengelola juga tengah menjalankan penghijauan di kawasan bukit. Mereka menggunakan tanaman kopi sambung sebagai bagian dari upaya penghijauan.
“Kami sedang melakukan penghijauan menggunakan kopi sambung,” ujar Habiburrahman.
Karena itu, pengelola berharap pemerintah membantu penyediaan bibit tanaman. Pengelola juga terbuka menerima dukungan untuk pembangunan fasilitas toilet.
“Kalau misalkan ada bantuan bibit dari pemerintah sama kami juga mau melengkapi fasilitas seperti toilet,” tutupnya. (*).




