Ekonomi BisnisKota Mataram

Stok Distributor Kosong, Harga Semen di Pengecer Tembus Rp85 Ribu

Lombok Barat (NTBSatu) – Kelangkaan semen di Lombok Barat semakin terasa, karena stok distributor langsung habis setiap kali pasokan baru tiba dari pemasok.

Dinas Perdagangan Lombok Barat mencatat, harga semen pada tingkat pengecer mencapai Rp85 ribu per sak akibat pasokan yang terbatas.

Kepala Dinas Perdagangan Lobar, Moh. Adnan mengatakan, pihaknya sudah mengecek distributor dan pengecer. Menurut Adnan, harga pada tingkat distributor masih berada dalam kisaran normal.

IKLAN

“Kalau di tingkat distributor sebenarnya harga sesuai standar, tidak ada harga yang berlebihan,” kata Adnan, Rabu, 30 September 2026.

Namun, kondisi berbeda muncul ketika semen masuk ke tingkat pengecer. Adnan menemukan harga melonjak sampai Rp80.000 hingga Rp85.000 per saknya.

“Justru yang terjadi itu di pengecer harganya antara 80-85 ribu rupiah,” ujarnya.

IKLAN

Adnan menyebut, distributor semen seperti Catur Kencana biasanya menerima 3.000 – 4.000 sak setiap hari. Namun, seluruh pasokan langsung terserap setelah distribusi berlangsung.

“Kemarin kita buka-buka saja, di distributor pas kami cek benar-benar kosong stoknya,” ujar Adnan.

Menurut Adnan, distributor langsung menyalurkan semen kepada pengecer yang sudah mendaftar. Pasokan tersebut kemudian habis tanpa menyisakan stok di gudang distributor.

“Harga di 58-60 ribu tapi kan kenyataannya di masyarakat itu antara 80-85 ribu,” jelasnya.

Antrean Pasokan Jadi Alasan Harga Naik

Adnan kemudian mengungkapkan, pengecer dan pelaku distribusi menyampaikan alasan tambahan operasional. Mereka mengaku harus menunggu pasokan selama beberapa hari.

“Kayak biaya tambahan operasional buat sopir gitu lah, karena menunggu sampai 2 hari. Makanya mereka tambah harga per saknya,” jelasnya.

Menurut Adnan, sopir bahkan harus menunggu antrean untuk mendapatkan jatah semen. Sopir membutuhkan biaya makan dan kebutuhan selama menunggu pasokan.

“Supaya posisinya tidak berubah akhirnya menunggu di sana sopirnya untuk menunggu giliran untuk mendapat jatah semen itu,” jelasnya.

Ketika ditanya mengenai alasan kelangkaan, Dinas Perdagangan tak menyebut hal ini karena penimbunan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lobar belum menemukan bukti penimbunan semen dalam pemeriksaan tersebut.

“Kalau untuk penimbunan sampai saat ini belum ada kami temukan,” kata Adnan.

Ia meminta masyarakat melapor jika menemukan indikasi penimbunan. Pemerintah akan melibatkan Satgas Pangan jika menemukan indikasi pelanggaran.

Pasokan Terganggu, Kebutuhan Justru Naik

Adnan menyebut, gangguan pasokan berkaitan dengan produksi semen dari luar daerah. Menurutnya, keterbatasan solar turut memengaruhi produksi semen. Gangguan pengiriman batu bara dari Kalimantan juga memperburuk kondisi pasokan.

“Sehingga produksi semakin dikit sementara tahun ini banyak kegiatan atau proyek-proyek fisik yang sedang dikerjakan,” ungkap Adnan.

Dinas Perdagangan Lobar akan kembali melakukan inspeksi mendadak ke distributor dan pengecer. Adnan mengatakan, pemerintah juga akan mengirim surat kepada pelaku distribusi. Surat tersebut akan meminta distributor menyalurkan semen secara lebih merata.

“Kita akan bersurat ke distributor atau pengecer, terutama ke distributor tapi, supaya memberikan semen itu kepada toko secara berkeadilan nantinya,” ujarnya.

Pemerintah juga meminta pengecer mengatur prioritas penjualan. Proyek pemerintah dan pembangunan fasilitas tertentu akan mendapat perhatian dalam distribusi.

“Kita minta distributor dan pengecer untuk prioritas program- program pemerintah yang mendesak juga,” pungkasnya. (*)

Khazani Darunnafis

Khazani atau Zani adalah Jurnalis NTBSatu yang fokus menulis di isu Daerah Lombok Barat, Politik, Kebencanaan dan Human Interest. Ia merupakan lulusan Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Mataram dengan Konsentrasi Jurnalistik.

Artikel Terkait